Az-Zumar · 42/75
Terjemah Transliterasi — Az-Zumar
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ۝٤٢
Allaahu yatawaffal anfusa heena mawtihaa wallatee lam tamut fee manaamihaa fa yumsikul latee qadaa `alaihal mawta wa yursilul ukhraaa ilaaa ajalim musammaa; inna fee zaalika la Aayaatil liqawmai yatafakkarron
📖 Arti Bahasa Indonesia
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • يَتَوَفَّى (Yatawaffā): Mencabut/mengambil nyawa secara sempurna.
  • الْأَنفُسَ (Al-Anfus): Bentuk jamak dari *nafs*, yang berarti nyawa atau ruh yang menghidupkan jasad.
  • فَيُمْسِكُ (Fa yumsiku): Maka Dia menahan/mengikat (tidak mengembalikan).
  • وَيُرْسِلُ (Wa yursilu): Dan Dia melepaskan/mengembalikan.
  • أَجَلٍ مُّسَمًّى (Ajalin musammā): Waktu yang telah ditentukan dan diketahui oleh Allah.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kebijaksanaan dan kekuasaan-Nya yang sempurna mencabut nyawa setiap makhluk hidup pada saat kematiannya tiba—inilah kematian besar yang memisahkan ruh dari jasad untuk selamanya. Dan Dia juga mencabut nyawa orang-orang yang belum mati ketika mereka tidur; inilah kematian kecil yang terjadi setiap malam saat manusia tertidur lelap, di mana ruh terangkat namun tidak sepenuhnya terlepas dari jasad.

Setelah itu, Allah menahan ruh orang yang telah ditetapkan kematiannya—baik yang mati di waktu siang maupun yang mati saat tidur di malam hari—sehingga ruh tersebut tidak kembali ke jasadnya. Adapun ruh orang yang belum sampai ajalnya, Allah mengembalikannya ke jasad pemiliknya agar ia dapat melanjutkan kehidupannya hingga waktu yang telah ditentukan dalam ilmu Allah.

Sungguh, dalam peristiwa pencabutan nyawa saat mati dan saat tidur, penahanan ruh orang yang telah ditetapkan mati, serta pengembalian ruh orang yang masih hidup ini, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas bagi kaum yang mau berpikir dan merenungkan. Mereka akan menyadari bahwa Dzat yang mampu melakukan semua ini pasti mampu pula membangkitkan manusia dari kubur setelah kematian untuk dihisab dan diberi balasan.


Renungan dan Pelajaran:

Betapa agungnya kekuasaan Allah yang mengatur urusan ruh-ruh hamba-Nya! Tidur yang kita alami setiap malam adalah bukti nyata akan kekuasaan Allah dan pengingat halus tentang kematian. Ketika kita terbangun dari tidur, itu adalah rahmat Allah yang memberi kita kesempatan lagi untuk beribadah, bertaubat, dan beramal saleh.

Mari kita jadikan setiap tidur sebagai momen muhasabah: seandainya Allah tidak mengembalikan ruh kita, apa yang telah kita siapkan untuk menghadap-Nya? Renungkanlah ayat ini agar hati kita semakin dekat kepada Allah, semakin takut akan kematian yang pasti datang, dan semakin semangat memanfaatkan usia yang tersisa untuk kebaikan. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan kebangkitan setelah mati adalah kepastian yang akan kita saksikan sendiri kelak.



📜 Ayat 40-44 — Az-Zumar

40مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal".
41إِنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.
42اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
43أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ
Bahkan mereka mengambil pemberi syafa'at selain Allah. Katakanlah: "Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?"
44قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَّهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Katakanlah: "Hanya kepunyaan Allah syafa'at itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"
Az-ZumarIndeks Quran
75Ayat
MakkiyahRevelation
42Ayat

Terjemah — Az-Zumar 42

Surat Az-Zumar Ayat 42 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang)…

Surat Ayat 42/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 40–44. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu