Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Am (أَمْ): Kata ini di sini bermakna "bahkan" atau "apakah", digunakan untuk menggugat dan mengingkari perbuatan mereka.
- Syufa'aa (شُفَعَاء): Bentuk jamak dari *syafi'*, artinya orang-orang yang memberi syafaat atau perantara yang dimintai pertolongan.
- La yamlikuna syai-a (لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا): Tidak memiliki sesuatu pun, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk orang lain.
- La ya'qilun (وَلَا يَعْقِلُونَ): Tidak berakal, tidak memahami apa pun, karena mereka adalah benda mati.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ mencela orang-orang musyrik dengan pertanyaan yang menggugah akal: "Bahkan apakah mereka menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah sebagai perantara yang akan memberi syafaat kepada mereka?" Mereka berharap bahwa berhala-berhala itu akan mendekatkan mereka kepada Allah dan membela mereka di sisi-Nya. Sungguh keliru besar anggapan mereka itu!
Allah ﷻ memerintahkan Rasul-Nya ﷺ untuk menggugah mereka dengan pertanyaan yang menusuk: "Katakanlah (wahai Muhammad): 'Apakah kalian tetap menjadikan mereka sebagai pemberi syafaat walaupun mereka tidak memiliki sesuatu apa pun dan tidak pula berakal?'" Maksudnya: Bagaimana mungkin kalian menggantungkan harapan kepada benda-benda mati yang tidak memiliki kekuasaan sedikit pun, tidak mendengar, tidak melihat, tidak berbicara, bahkan tidak menyadari bahwa kalian sedang menyembah mereka?
Ini adalah sanggahan yang sangat tegas terhadap kebodohan mereka. Bagaimana akal yang sehat bisa menerima bahwa sekeping batu atau sepotong kayu yang diukir tangan manusia sendiri mampu memberikan pertolongan dan menjadi perantara di sisi Allah? Padahal Allah ﷻ adalah satu-satunya Pemilik syafaat, dan syafaat itu hanya akan bermanfaat jika diizinkan oleh-Nya bagi hamba-hamba yang Dia ridhai.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan betapa agungnya kedudukan tauhid dan betapa hinanya perbuatan syirik. Orang-orang musyrik dahulu menjadikan berhala sebagai perantara karena merasa butuh kepada pertolongan dan syafaat. Namun mereka lupa bahwa yang berhak memberi syafaat hanyalah Allah ﷻ, dan syafaat itu pun hanya terjadi dengan izin-Nya.
Islam datang untuk membebaskan manusia dari belenggu ketergantungan kepada makhluk, dan mengarahkan seluruh harapan hanya kepada Allah ﷻ. Betapa indahnya hidup ini ketika hati kita hanya bergantung kepada Allah, karena Dia Maha Mendengar doa, Maha Menjawab permohonan, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada perantara yang lebih dekat kepada Allah selain amal saleh dan doa yang tulus langsung kepada-Nya.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa memurnikan ibadah kita hanya kepada Allah ﷻ, karena keselamatan dan kebahagiaan hakiki hanya ada di bawah naungan tauhid yang murni. Semoga Allah ﷻ meneguhkan hati kita di atas iman dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Aamiin.
📜 Ayat 41-45 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 43
Surat Az-Zumar Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Bahkan mereka mengambil pemberi syafa'at selain Allah. Katakanlah: "Dan apakah…Surat Ayat 43/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








