Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- سُوءًا (suu-an): perbuatan buruk atau kejahatan yang dilakukan kepada orang lain, baik berupa darah, harta, maupun kehormatan.
- يَظْلِمْ نَفْسَهُ (yazhlim nafsahu): menzalimi diri sendiri dengan melakukan perbuatan maksiat yang melanggar hak Allah, seperti meninggalkan kewajiban atau melakukan hal-hal yang diharamkan.
- يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ (yastaghfirillah): memohon ampunan kepada Allah dengan disertai taubat yang tulus, menyesali perbuatan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
- غَفُورًا رَّحِيمًا (ghafuuran rahiima): Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, yang melimpahkan ampunan dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang bertaubat.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah yang sedang bergulat dengan dosa dan kesalahan! Ayat ini adalah kabar gembira yang sangat agung dari Rabb Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa siapa pun yang melakukan perbuatan buruk yang merugikan orang lain—baik menumpahkan darah, merampas harta, atau menodai kehormatan—atau menzalimi dirinya sendiri dengan melakukan maksiat yang melanggar perintah Allah, kemudian ia segera kembali kepada Allah dengan memohon ampunan, mengakui dosanya dengan penuh penyesalan, dan bertekad meninggalkannya, maka ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat ini menutup pintu putus asa dan membuka selebar-lebarnya pintu harapan. Betapapun besar dosa seseorang, rahmat Allah jauh lebih luas. Allah tidak pernah bosan menerima taubat hamba-Nya, justru Dia bergembira ketika hamba-Nya kembali kepada-Nya. Inilah kasih sayang Allah yang tiada tandingannya—Dia menunggu kedatangan hamba-Nya yang tersesat untuk kembali ke jalan-Nya, lalu menyambutnya dengan ampunan yang meliputi segala dosa.
Perhatikanlah! Ayat ini turun dalam konteks yang sangat indah, yaitu sebagai dorongan bagi mereka yang pernah berbuat salah agar tidak larut dalam keputusasaan. Setan selalu berbisik bahwa dosa terlalu besar untuk diampuni, tetapi Allah menjawab dengan firman-Nya yang tegas: *"Dia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."* Artinya, ampunan itu pasti, selama taubat dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah! Jangan pernah merasa terlalu hina untuk kembali kepada Allah. Justru ketika engkau menyadari dosamu dan menangis di hadapan-Nya, itulah saat terbaik bagimu. Allah mencintai hamba-Nya yang sering memohon ampun. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri bersabda bahwa beliau beristighfar lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari. Maka, biasakanlah lisanmu basah dengan istighfar, dan hatimu bersih dengan taubat.
Ingatlah, taubat yang diterima adalah taubat yang disertai tiga perkara: menyesali dosa yang telah lalu, meninggalkannya seketika, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. Jika dosamu berkaitan dengan hak sesama manusia, maka selesaikanlah terlebih dahulu dengan meminta maaf atau mengembalikan haknya. Setelah itu, mohonlah ampun kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa Dia akan mengampunimu.
Jangan tunda taubatmu, karena kematian datang tanpa diundang. Setiap malam, Allah membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan setiap siang Dia membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari. Maka, bersegeralah! Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada merasakan ampunan Allah yang menghapus segala dosa dan mengangkat derajat hamba-Nya di sisi-Nya.
📜 Ayat 108-112 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 110
Surat An-Nisa Ayat 110 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia…Surat Ayat 110/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 108–112. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








