Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lā tatamannau: Janganlah kalian berangan-angan atau menginginkan sesuatu yang ada pada orang lain dengan penuh hasad dan ketidakpuasan.
- Faddhala: Memberikan kelebihan atau keutamaan.
- Nashīb: Bagian, jatah, atau hak yang telah ditentukan.
- Iktasabū / Iktasabna: Hasil usaha dan amal perbuatan yang mereka kerjakan.
- Min fadhlihi: Dari karunia dan anugerah-Nya yang luas.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang kita untuk berangan-angan terhadap apa yang telah Dia berikan kepada sebagian orang yang tidak kita miliki. Larangan ini mencakup segala bentuk kelebihan, baik berupa harta, kedudukan, kecantikan, keturunan, ilmu, maupun kelebihan-kelebihan lainnya. Mengapa demikian? Karena angan-angan semacam itu akan menumbuhkan benih-benih hasad (iri hati) dan ketidakpuasan dalam hati, yang pada akhirnya akan merusak ketenteraman jiwa dan hubungan antar sesama.
Allah Ta'ala kemudian menjelaskan hikmah di balik ketetapan-Nya: *"Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan."* Artinya, setiap jenis kelamin memiliki peran, tanggung jawab, dan balasan yang sesuai dengan usaha serta amalnya masing-masing. Allah tidak pernah menzalimi siapa pun. Laki-laki tidak akan kehilangan haknya atas jerih payahnya, dan perempuan pun tidak akan diabaikan amal kebaikannya. Masing-masing akan diganjar dengan adil di sisi Allah.
Kemudian Allah mengarahkan kita kepada solusi yang jauh lebih baik daripada sekadar berangan-angan, yaitu: *"Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya."* Ini adalah resep kebahagiaan yang hakiki. Jika kita menginginkan sesuatu, janganlah kita iri kepada orang lain, tetapi berdoalah kepada Allah Yang Maha Pemurah agar Dia melimpahkan karunia-Nya kepada kita. Pintu karunia Allah selalu terbuka, dan Dia tidak pernah bosan memberi kepada hamba-hamba-Nya yang meminta dengan sungguh-sungguh.
Ayat ini ditutup dengan penegasan bahwa *"Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."* Dia mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Mungkin saja kelebihan yang diberikan kepada orang lain justru menjadi ujian baginya, dan kekurangan yang kita miliki adalah perlindungan dari-Nya. Allah membagi rezeki dan keutamaan berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya yang sempurna, bukan berdasarkan hawa nafsu atau keinginan kita semata.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, marilah kita renungkan bersama bahwa rasa iri dan angan-angan kosong hanya akan menguras energi dan mengotori hati. Islam mengajarkan kita untuk hidup dengan jiwa yang qana'ah (merasa cukup) dan hati yang bersyukur. Ketika kita melihat orang lain diberi kelebihan, ingatlah bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk kita. Ubahlah rasa iri menjadi doa, dan ubahlah angan-angan menjadi usaha yang sungguh-sungguh disertai tawakal kepada Allah.
Ingatlah, kebahagiaan sejati bukanlah ketika kita memiliki apa yang orang lain miliki, melainkan ketika kita merasa cukup dengan apa yang Allah berikan dan terus berusaha memperbaiki diri. Pintu karunia Allah tidak pernah tertutup, dan doa adalah kuncinya. Maka perbanyaklah memohon kepada Allah, karena Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Dengan demikian, hati kita akan tenang, hubungan kita dengan sesama akan harmonis, dan kita akan menjadi hamba yang dicintai Allah. Wallahu a'lam bish-shawab.
📜 Ayat 30-34 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 32
Surat An-Nisa Ayat 32 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah…Surat Ayat 32/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








