Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فِئَتَيْنِ: dua golongan atau dua kelompok.
- أَرْكَسَهُمْ: mengembalikan mereka ke dalam kekufuran, atau menjungkirbalikkan mereka ke dalam kesesatan.
- أَضَلَّ اللَّهُ: orang yang telah Allah sesatkan dari jalan petunjuk.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, mengapa kalian berselisih dan terpecah menjadi dua golongan dalam menyikapi kaum munafik? Sebagian dari kalian berpendapat untuk memerangi mereka karena kekufuran mereka, sementara sebagian yang lain berpendapat untuk membiarkan mereka karena menganggap mereka masih memiliki keimanan. Padahal Allah telah menjungkirbalikkan hati mereka dan mengembalikan mereka ke dalam kekufuran akibat perbuatan buruk mereka sendiri, yaitu sikap munafik dan kemurtadan mereka setelah sebelumnya menyatakan keislaman.
Apakah kalian masih berharap dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah Allah sesatkan dari jalan kebenaran? Sungguh mustahil! Barangsiapa yang Allah biarkan tersesat karena keingkarannya dan kezalimannya, maka engkau tidak akan pernah menemukan jalan baginya untuk kembali kepada petunjuk. Hidayah itu sepenuhnya di tangan Allah, dan tidak seorang pun mampu memberikannya kepada orang yang telah Allah kehendaki kesesatannya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: janganlah kita berselisih dalam menyikapi orang-orang yang telah nyata keburukannya dan telah Allah jauhkan dari petunjuk. Ketika Allah telah menutup pintu hidayah bagi seseorang karena kezaliman dan kesombongannya, maka tidak ada gunanya kita bersusah payah dan berdebat tentang mereka. Tugas kita hanyalah menyampaikan kebenaran dengan hikmah dan kelembutan, namun hasil akhirnya tetap kita serahkan sepenuhnya kepada Allah.
Betapa indahnya Islam mengajarkan kita untuk bersatu dan tidak berpecah belah dalam perkara yang telah jelas ketentuannya. Perselisihan hanya akan melemahkan barisan kaum mukminin dan menghabiskan energi yang seharusnya digunakan untuk kebaikan. Maka, marilah kita senantiasa menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan utama dalam setiap perselisihan, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan ketawakkalan.
Ingatlah, hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah. Maka bersyukurlah atas nikmat iman yang telah Allah karuniakan kepada kita, dan perbanyaklah berdoa agar Allah senantiasa menetapkan hati kita di atas jalan yang lurus hingga akhir hayat. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah dan dijauhkan dari sifat munafik yang menjadi sebab kesesatan dan kehinaan di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 86-90 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 88
Surat Ayat 88/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 86–90. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








