Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَيَجْمَعَنَّكُمْ (Layajma‘annakum): Sungguh, Dia pasti akan mengumpulkan kalian. Huruf *lam* di sini adalah *lam qasam* (sumpah), yang bermakna: Demi Allah, Dia benar-benar akan menghimpun kalian.
- إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ (Ilā yaumil-qiyāmah): Menuju hari kebangkitan, yaitu saat manusia dibangkitkan dari kubur untuk dihisab dan diberi balasan.
- لَا رَيْبَ فِيهِ (Lā raiba fīh): Tidak ada keraguan sedikit pun tentang datangnya hari tersebut.
- حَدِيثًا (Ḥadīṡan): Perkataan atau berita yang disampaikan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tandingan bagi-Nya, dan tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Seluruh makhluk di langit dan di bumi tunduk di bawah kekuasaan-Nya, dan hanya kepada-Nya lah hati yang tenang berserah diri.
Setelah menegaskan keesaan-Nya, Allah bersumpah dengan sumpah yang agung bahwa Dia pasti akan mengumpulkan seluruh manusia—baik yang terdahulu maupun yang terakhir, yang kecil maupun yang besar—pada hari kiamat yang tidak ada keraguan sedikit pun tentang kedatangannya. Hari itu adalah hari di mana semua amal perbuatan akan diperhitungkan dengan seadil-adilnya, dan setiap jiwa akan menerima balasan sesuai dengan apa yang telah ia kerjakan di dunia. Tidak ada satu pun yang luput dari pengumpulan itu, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan pertanyaan retoris yang menggugah hati: *"Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?"* Pertanyaan ini mengandung makna penegasan bahwa tidak ada seorang pun yang lebih jujur, lebih benar, dan lebih terpercaya dalam berita dan janji-Nya daripada Allah. Jika Allah telah berjanji untuk mengumpulkan manusia pada hari kiamat, maka janji itu pasti terlaksana, karena Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita dua perkara yang sangat agung: *pertama*, keyakinan yang kokoh terhadap keesaan Allah, dan *kedua*, keimanan yang teguh terhadap hari akhir. Keduanya adalah pondasi utama dalam agama Islam.
Ketika hati kita benar-benar yakin bahwa Allah itu Esa dan tidak ada yang berhak disembah selain Dia, maka seluruh hidup kita akan diarahkan hanya untuk mencari ridha-Nya. Kita tidak akan takut kepada makhluk, tidak akan menggantungkan harapan kepada selain-Nya, dan tidak akan tunduk kepada hawa nafsu atau kepentingan duniawi yang menyesatkan.
Dan ketika kita benar-benar meyakini bahwa suatu saat nanti kita akan dibangkitkan dan dikumpulkan di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap amal kita, maka kita akan senantiasa berhati-hati dalam melangkah. Kita akan berlomba-lomba dalam kebaikan, menjauhi segala larangan-Nya, dan bersegera bertaubat ketika tergelincir dalam dosa.
Allah yang Maha Benar telah berjanji kepada kita. Janji-Nya pasti terlaksana. Maka, marilah kita jadikan keyakinan ini sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Jangan biarkan keraguan sedikit pun menyelinap ke dalam hati, karena keraguan adalah pangkal dari segala kebimbangan dan kelemahan. Yakinlah, Allah bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa. Sungguh, tidak ada berita yang lebih benar dan lebih menenteramkan hati selain berita dari Allah, Tuhan semesta alam.
📜 Ayat 85-89 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 87
Surat Ayat 87/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 85–89. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








