Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- دَأْبِ (da'bi): kebiasaan, keadaan, atau adat kebiasaan yang terus-menerus dilakukan.
- قَوْمِ نُوحٍ (qaumi Nūḥ): kaum Nabi Nuh 'alaihissalam yang tenggelam dalam banjir besar.
- عَادٍ ('Ād): kaum Nabi Hud 'alaihissalam yang dibinasakan dengan angin kencang yang sangat dingin.
- ثَمُودَ (Tsamūd): kaum Nabi Shalih 'alaihissalam yang dibinasakan dengan petir yang menggelegar.
- ظُلْمًا (ẓulman): kezaliman, yaitu bertindak melampaui batas atau menghukum tanpa alasan yang benar.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, perhatikanlah! Apa yang kalian takutkan dari azab Allah itu bukanlah sesuatu yang mustahil atau baru pertama kali terjadi. Keadaan kalian yang terus-menerus dalam kekufuran dan pendustaan terhadap para rasul itu persis seperti kebiasaan kaum-kaum terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah. Seperti kaum Nabi Nuh yang ditenggelamkan karena mereka mendustakan dakwahnya selama bertahun-tahun, kaum 'Ad yang sombong dan angkuh sehingga dihancurkan dengan angin yang membinasakan, kaum Tsamud yang membunuh unta betina mukjizat Nabi Shalih sehingga mereka disambar petir yang menghancurkan, dan juga umat-umat setelah mereka yang terus-menerus dalam kesesatan hingga datang azab Allah kepada mereka.
Semua kehancuran itu bukanlah karena Allah berbuat zalim kepada hamba-hamba-Nya. Sekali-kali tidak! Allah Mahasuci dari segala kezaliman. Dia tidak akan menghukum seseorang kecuali setelah tegaknya hujjah (bukti) dan peringatan yang jelas. Allah tidak akan membinasakan suatu kaum kecuali setelah mereka benar-benar layak menerima azab karena kesalahan dan dosa yang mereka perbuat sendiri. Ini adalah keadilan Allah yang sempurna, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Tuhan Yang Mahaadil lagi Maha Penyayang. Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun, tetapi justru kitalah yang sering menzalimi diri sendiri dengan perbuatan dosa dan maksiat. Ketika kita melihat kehancuran umat-umat terdahulu, itu semua adalah pelajaran berharga agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Allah memberi kita akal, hati, dan para rasul sebagai petunjuk, maka tidak ada alasan bagi kita untuk terus berada dalam kesesatan. Marilah kita jadikan kisah-kisah tersebut sebagai peringatan, dan bersyukurlah karena kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat sebelum datangnya azab. Sesungguhnya pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali kepada Allah dengan hati yang tulus.
📜 Ayat 29-33 — Gafir
Terjemah — Gafir 31
Surat Ayat 31/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








