Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَمْ يَكُ يَنفَعُهُمْ — Tidaklah bermanfaat bagi mereka.
- بَأْسَنَا — Azab dan siksa Kami.
- سُنَّتَ اللَّهِ — Ketetapan dan kebiasaan Allah yang berlaku.
- خَلَتْ — Telah berlalu dan berlaku sejak dahulu.
- هُنَالِكَ — Pada saat itu, ketika azab datang.
Tafsir Ayat:
Pada ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa ketika azab dan siksa-Nya telah datang dan terlihat jelas di hadapan mereka, maka pada saat itu iman mereka tidak lagi bermanfaat bagi mereka. Mengapa demikian? Karena iman yang mereka perlihatkan pada saat itu bukanlah iman yang lahir dari pilihan dan kerelaan hati, melainkan iman yang dipaksakan oleh keadaan — iman karena terpaksa, ketika mereka telah menyaksikan langsung kebenaran azab yang dulu mereka ingkari. Iman seperti ini tidak akan diterima oleh Allah, sebab iman yang diterima hanyalah iman yang muncul ketika seseorang masih memiliki kesempatan untuk memilih, sebelum datangnya kematian atau sebelum turunnya azab.
Ini adalah sunnatullah — ketetapan Allah yang telah berlaku sejak dahulu pada hamba-hamba-Nya di sepanjang sejarah. Setiap umat yang telah menyaksikan azab-Nya, lalu beriman pada saat itu, maka keimanannya sia-sia dan tidak menyelamatkannya. Allah telah menutup pintu taubat dan iman ketika azab telah benar-benar datang. Sebagaimana yang terjadi pada Fir'aun ketika ia berkata, "Aku beriman bahwa tiada Tuhan selain yang dipercayai oleh Bani Israil," namun Allah menjawab, "Sekarang (baru kamu beriman)? Padahal sebelumnya kamu telah durhaka dan termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan."
Dan pada saat itulah — ketika azab Allah turun — orang-orang kafir merasakan kerugian yang nyata. Mereka kehilangan segalanya: kehilangan kesempatan untuk beriman dengan benar, kehilangan kesempatan untuk beramal saleh, dan kehilangan kesempatan untuk selamat dari azab. Kerugian mereka sangat besar, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: jangan pernah menunda-nunda keimanan dan ketaatan kepada Allah. Hari ini, selagi kita masih hidup, selagi jantung masih berdetak, selagi napas masih dihembuskan, itulah waktu terbaik untuk beriman, bertaubat, dan beramal saleh. Jangan menunggu esok, karena esok belum pasti milik kita. Jangan menunggu datangnya azab, karena ketika azab telah datang, pintu taubat telah tertutup.
Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang — Dia memberi kita kesempatan selama hidup di dunia untuk kembali kepada-Nya. Maka marilah kita manfaatkan setiap detik kehidupan ini dengan iman yang tulus, amal yang ikhlas, dan taubat yang sungguh-sungguh. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang menyesal di kemudian hari, ketika penyesalan itu sudah tidak berguna lagi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing hati kita di atas keimanan dan ketaatan kepada-Nya, hingga akhir hayat kita dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.
📜 Ayat 83-85 — Gafir
Terjemah — Gafir 85
Surat Ayat 85/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 83–85. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








