Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Min bayni aydīhim wa min khalfihim: Dari depan mereka dan dari belakang mereka, maksudnya para rasul datang silih berganti dari segala arah dan penjuru, tiada henti-hentinya menyeru mereka.
- Alā ta'budū illā Allāh: Hendaknya kalian tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah semata.
- Kāfirūn: Kami mengingkari dan menolak dengan tegas.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sikap kaum 'Ad dan Tsamud ketika para rasul datang kepada mereka secara berturut-turut, silih berganti dari berbagai arah, tiada putus-putusnya. Setiap rasul yang datang membawa satu seruan yang sama: "Sembahlah Allah saja, janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun." Namun alih-alih menerima kebenaran, mereka malah menolak dengan sombong dan berkata, "Seandainya Tuhan kami menghendaki kami untuk beriman dan meninggalkan sesembahan kami, niscaya Dia akan menurunkan malaikat-malaikat dari langit sebagai utusan-Nya kepada kami, bukan kalian yang hanya manusia biasa seperti kami. Maka kami mengingkari apa yang kalian bawa, karena kalian tidak lebih dari manusia biasa."
Mereka berdalih dengan alasan yang keliru dan mengada-ada. Padahal Allah ﷻ telah menetapkan sunnah-Nya bahwa rasul yang diutus kepada manusia adalah dari jenis manusia itu sendiri, agar mereka dapat memahami dan berinteraksi langsung dengan mereka. Bukanlah suatu keharusan rasul itu berupa malaikat, karena manusia tidak akan mampu melihat malaikat dalam bentuk aslinya dan berdialog dengan mereka secara langsung.
Sungguh, alasan mereka hanyalah kedustaan belaka untuk menutupi keengganan mereka menerima kebenaran. Padahal jika mereka mau merenung, mereka akan mendapati bahwa dakwah yang disampaikan para rasul itu adalah dakwah yang penuh hikmah, kasih sayang, dan kemaslahatan bagi mereka sendiri. Mereka diajak menuju cahaya kebenaran, namun mereka justru memilih kegelapan kesesatan.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya sikap rendah hati dalam menerima kebenaran. Janganlah kita menolak nasihat dan dakwah hanya karena orang yang menyampaikannya dianggap biasa atau sederajat dengan kita. Kebenaran tetaplah kebenaran, dari siapa pun datangnya. Allah ﷻ memuliakan manusia dengan mengutus rasul dari kalangan mereka sendiri agar mudah dipahami dan diteladani. Ini adalah rahmat yang besar, bukan alasan untuk menolak.
Marilah kita renungkan: betapa banyak di antara kita yang menolak kebenaran karena gengsi, karena merasa diri lebih tinggi, atau karena menganggap pembawa pesan itu tidak setara. Padahal hidayah itu datang dari Allah ﷻ, dan Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Jangan sampai kita menjadi seperti kaum 'Ad dan Tsamud yang menolak kebenaran dengan alasan yang lemah, lalu akhirnya mereka menyesal ketika azab datang menjemput.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tawadhu', mudah menerima kebenaran, dan istiqamah di atas jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 14
Surat Fussilat Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang…Surat Ayat 14/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








