Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Iftarā: Mengada-adakan kebohongan, membuat-buat perkataan dusta lalu menisbatkannya kepada Allah.
- Yakhitima 'alā qalbik: Menutup dan mengunci hati sehingga tidak mampu menerima kebenaran atau melupakan Al-Qur'an.
- Yamḥu: Menghapus, melenyapkan, dan memusnahkan.
- Yuḥiqqu: Menetapkan, menguatkan, dan memenangkan.
- Bi kalimātih: Dengan ketetapan, wahyu, dan janji-Nya yang pasti terjadi.
- Żāt aṣ-ṣudūr: Segala isi hati, baik yang tersembunyi maupun yang tampak.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku seiman, renungkanlah betapa besarnya kebohongan yang dilontarkan oleh kaum musyrik ketika mereka berkata, "Muhammad telah mengada-adakan kebohongan atas nama Allah, lalu menisbatkan Al-Qur'an ini kepada-Nya." Sungguh, ini adalah tuduhan yang sangat keji dan tidak berdasar sama sekali. Allah ﷻ menjawab tuduhan mereka dengan jawaban yang penuh hikmah dan membungkam kebatilan mereka.
Allah berfirman: *"Jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu."* Maksudnya, wahai Nabi Muhammad, jika engkau benar-benar berani berbohong atas nama Allah, maka Allah Mahakuasa untuk menghapus Al-Qur'an dari dadamu, melupakanmu akan wahyu yang telah diturunkan, dan menghentikan risalahmu. Namun kenyataannya, engkau tetap menyampaikan wahyu dengan lancar, hafal di luar kepala, dan tidak pernah lupa sedikit pun. Ini adalah bukti paling nyata bahwa Al-Qur'an benar-benar wahyu dari Allah, bukan karangan manusia. Allah senantiasa menjaga dan memeliharamu dari segala kebatilan.
Kemudian Allah memberikan kabar gembira yang menenteramkan hati: *"Allah akan menghapus kebatilan dan menetapkan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya."* Ini adalah janji Allah yang pasti terjadi. Kebatilan, sekecil apa pun dan sekuat apa pun pendukungnya, pasti akan musnah. Sedangkan kebenaran Islam akan tegak dan menang, baik di dunia maupun di akhirat. Sungguh, sejarah telah membuktikan: Islam semakin bersinar, sementara kesyirikan dan kebatilan semakin pudar dan ditinggalkan pemeluknya.
Di akhir ayat, Allah menegaskan: *"Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."* Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Allah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi di dalam dada. Allah mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang dusta, siapa yang beriman dan siapa yang munafik. Maka, tidak mungkin Allah membiarkan seorang pendusta mengatasnamakan-Nya, karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita untuk selalu jujur dan tidak pernah mengada-ada atas nama Allah. Betapa banyak orang yang berkata "kata Allah" padahal itu bukan dari Allah, atau menafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu. Hendaknya kita bertakwa dan berhati-hati, karena Allah Maha Mengetahui isi hati kita. Dan yakinlah, kebenaran pasti menang, kebatilan pasti hancur. Maka berpegangteguhlah pada Al-Qur'an dan sunnah, niscaya hatimu akan tenang dan hidupmu akan diberkahi.
📜 Ayat 22-26 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 24
Surat Asy-Syura Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah".…Surat Ayat 24/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








