Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَن يُضْلِلِ اللهُ: Barangsiapa yang Allah hinakan dan sesatkan dari jalan petunjuk disebabkan kezaliman dan kesombongannya.
- وَلِيٍّ: Penolong, pelindung, atau pemimpin yang dapat membimbingnya.
- الظَّالِمِينَ: Orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kemaksiatan.
- لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ: Ketika mereka menyaksikan azab Allah secara langsung di hari kiamat.
- هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِن سَبِيلٍ: Adakah jalan untuk kembali ke dunia?
Tafsir:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah firman Allah ini dengan hati yang jernih. Allah Ta'ala berfirman bahwa barangsiapa yang Allah biarkan tersesat dari jalan kebenaran—karena kezaliman dan kesombongannya sendiri yang menolak kebenaran—maka tiada seorang pun yang mampu menolongnya setelah itu. Tidak ada wali, tidak ada pemimpin, tidak ada siapa pun yang dapat menunjukkan jalan petunjuk kepadanya. Betapa hinanya keadaan orang yang telah Allah biarkan dalam kesesatan!
Kemudian Allah menggambarkan pemandangan yang sangat mengerikan di hari kiamat: engkau akan melihat orang-orang yang zalim itu—mereka yang dahulu di dunia menzalimi diri sendiri dengan kekufuran dan perbuatan dosa—ketika mereka menyaksikan azab Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka berteriak dengan penuh penyesalan dan harapan yang sia-sia: "Adakah jalan untuk kembali ke dunia?" Mereka memohon-mohon kepada Allah agar diberi kesempatan kedua untuk kembali ke dunia, agar mereka dapat beriman dan beramal saleh. Namun, permohonan itu tidak akan pernah dikabulkan. Pintu kembali telah tertutup rapat, dan penyesalan di saat azab telah datang tidak lagi bermanfaat.
Saudaraku, betapa indahnya jika kita menjadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga di dunia ini, sebelum datang hari yang tiada lagi kesempatan untuk bertaubat. Allah Yang Maha Penyayang telah membukakan pintu taubat seluas-luasnya selama kita masih hidup di dunia. Janganlah kita menunda-nunda taubat, janganlah kita bersikap sombong terhadap kebenaran, karena kesesatan itu berawal dari kesombongan dan keengganan menerima petunjuk Allah.
Ingatlah, wahai hamba Allah yang dicintai, bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun. Kesesatan itu datang karena pilihan kita sendiri yang menolak cahaya petunjuk. Maka marilah kita berlindung kepada Allah dari hati yang keras, dari kesombongan yang menghalangi kebenaran, dan dari penyesalan yang tiada berguna di akhirat kelak. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia menunggu taubat hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang yang tiada terhingga. Jangan sia-siakan kesempatan emas yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, karena di akhirat nanti, pintu kembali telah tertutup selama-lamanya.
📜 Ayat 42-46 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 44
Surat Asy-Syura Ayat 44 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang…Surat Ayat 44/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 42–46. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








