Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Hawariyyun: Para sahabat setia Nabi Isa 'alaihissalam yang ikhlas membantunya dalam menyebarkan dakwah.
- Ma'idah: Hidangan makanan yang diturunkan dari langit, berisi berbagai makanan dan keberkahan.
- Hal Yastathi'u: Pertanyaan tentang kemampuan, namun di sini bermakna permohonan, bukan keraguan akan kekuasaan Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah ketika para sahabat setia Nabi Isa—yaitu al-Hawariyyun—berkata kepada beliau: "Wahai Isa putra Maryam, apakah Tuhanmu mampu menurunkan kepada kami hidangan makanan dari langit sebagai tanda kekuasaan-Nya dan bukti kebenaran kenabianmu?"
Mereka meminta hal ini bukan karena meragukan kekuasaan Allah, tetapi karena ingin menyaksikan mukjizat nyata yang dapat menguatkan iman mereka dan menjadi bukti bagi kaum yang belum beriman. Namun, Nabi Isa 'alaihissalam—dengan bijaksana—menjawab: "Bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian meminta hal-hal yang dapat menjadi ujian dan cobaan bagi kalian. Cukuplah kalian beriman dan bertawakal kepada Allah dalam mencari rezeki, jika kalian benar-benar orang-orang yang beriman."
Nabi Isa mengingatkan mereka agar tidak mempermainkan perkara-perkara besar seperti ini, karena jika permintaan itu dikabulkan lalu mereka mengingkarinya, maka azab yang pedih akan menimpa mereka. Beliau mengajak mereka untuk kembali kepada ketakwaan dan keikhlasan iman, bukan meminta mukjizat yang justru bisa menjadi ujian berat.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku sekalian, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa seorang mukmin sejati tidak perlu meminta mukjizat yang tampak untuk menguatkan imannya. Cukuplah Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar yang abadi, dan cukup bagi kita keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ketika kita beriman dengan benar, hati kita akan tenang dan tidak mudah tergoda untuk meminta hal-hal yang bersifat ujian. Sebagaimana Nabi Isa mengajarkan para pengikutnya untuk bertakwa dan bertawakal, kita pun hendaknya selalu berlindung kepada Allah dari segala fitnah dan ujian yang berat.
Marilah kita jadikan ketakwaan sebagai perisai kita, dan keimanan sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal, serta tidak meminta-minta hal yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. Semoga kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang beriman dengan benar dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 110-114 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 112
Surat Al-Maidah Ayat 112 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah…Surat Ayat 112/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 110–114. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








