Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- نَأْكُلَ مِنْهَا: makan darinya, yaitu makanan yang diturunkan dari langit sebagai berkah, bukan karena lapar atau kebutuhan semata.
- تَطْمَئِنَّ: menjadi tenang dan tenteram.
- قُلُوبُنَا: hati kami.
- نَعْلَمَ: kami mengetahui dengan yakin.
- صَدَقْتَنَا: engkau benar kepada kami dalam apa yang engkau sampaikan.
- الشَّاهِدِينَ: orang-orang yang menyaksikan dan menjadi saksi.
Tafsir Ayat:
Para pengikut setia Nabi Isa 'alaihissalam yang tulus dan ikhlas—yakni para hawariyyun—berkata kepada beliau dengan penuh adab dan harapan: "Kami sungguh menginginkan untuk dapat memakan hidangan dari langit itu, bukan karena kami lapar atau membutuhkan makanan, tetapi sebagai bentuk keberkahan dan tanda kemuliaan dari Allah. Kami ingin hati kami menjadi tenang dan tenteram dengan menyaksikan sendiri mukjizat yang agung ini. Dengan demikian, keimanan kami semakin bertambah dan keyakinan kami semakin kokoh bahwa engkau benar-benar utusan Allah. Kami juga ingin menjadi saksi atas kebesaran dan kekuasaan Allah yang tiada batas, serta menjadi saksi atas kebenaran risalah yang engkau bawa. Kesaksian ini akan kami sampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir, agar mereka pun beriman dan yakin."
Permintaan mereka ini menunjukkan kerinduan yang mendalam untuk menyaksikan kekuasaan Allah secara langsung. Mereka ingin menguatkan iman mereka, bukan karena ragu terhadap kebenaran Nabi Isa, tetapi karena ingin mencapai derajat keyakinan yang lebih tinggi (haqqul yaqin) setelah sebelumnya beriman secara ilmu (ilmul yaqin). Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: seorang mukmin hendaknya selalu berusaha meningkatkan keimanannya, dari sekadar mengetahui menjadi menyaksikan dan merasakan kebesaran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Ayat ini juga mengajarkan adab yang indah dalam memohon kepada Allah. Para hawariyyun tidak meminta dengan paksa, tetapi dengan penuh harap dan tujuan yang mulia: ketenteraman hati, bertambahnya ilmu dan keyakinan, serta menjadi saksi kebenaran. Inilah ciri orang-orang yang mencintai kebaikan—mereka selalu ingin dekat dengan Allah dan membuktikan kebenaran agama-Nya dengan penuh kesungguhan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa indahnya permintaan ini. Mereka tidak meminta kekayaan atau kemewahan dunia, tetapi meminta ketenteraman hati dan kekuatan iman. Semoga kita pun senantiasa memohon kepada Allah hal-hal yang dapat mendekatkan kita kepada-Nya dan menenangkan hati kita, sebagaimana para sahabat Nabi Isa yang mulia ini.
📜 Ayat 111-115 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 113
Surat Al-Maidah Ayat 113 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram…Surat Ayat 113/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 111–115. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








