Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- آلَاءِ: Nikmat-nikmat yang banyak dan agung.
- رَبِّكُمَا: Tuhan kalian berdua (manusia dan jin).
- تُكَذِّبَانِ: Kalian berdua mendustakan.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia dan jin! Nikmat Tuhan kalian sungguh tidak terhitung jumlahnya. Nikmat-nikmat itu datang silih berganti, dari langit dan bumi, dari yang tampak hingga yang tersembunyi. Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian dustakan?
Ayat ini merupakan teguran yang penuh kasih sayang dari Allah kepada kedua golongan makhluk-Nya yang diberi akal dan pilihan—manusia dan jin. Allah mengingatkan mereka akan begitu banyaknya karunia yang telah Dia limpahkan, baik berupa nikmat lahir seperti kesehatan, rezeki, keamanan, dan keindahan alam semesta, maupun nikmat batin seperti iman, hidayah, dan ketenangan hati.
Setiap kali Allah menyebutkan satu nikmat dalam surat ini, Dia mengulangi pertanyaan ini sebagai pengingat agar manusia dan jin merenungkan betapa besar kasih sayang Allah kepada mereka. Pertanyaan ini bukan karena Allah membutuhkan jawaban, tetapi untuk menggugah hati agar tidak mengingkari kebaikan-Nya.
Sungguh, jika kita mau merenung sejenak, setiap hembusan napas adalah nikmat, setiap detak jantung adalah karunia, dan setiap pagi yang kita saksikan adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya. Maka bagaimana mungkin kita mendustakan semua itu?
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku, ayat ini mengajak kita untuk senantiasa menghitung nikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Dawud).
Mari kita biasakan diri untuk memulai hari dengan mengucapkan "Alhamdulillah" atas segala nikmat yang Allah berikan. Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim: 7).
Jangan biarkan diri kita termasuk golongan yang mendustakan nikmat Allah dengan cara menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya. Jadikan setiap nikmat sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh dari-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan tidak termasuk golongan yang mengingkari karunia-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 71-75 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 73
Surat Ar-Rahman Ayat 73 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Surat Ayat 73/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 71–75. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








