Terjemah — Tafsir
يُنَادُونَهُمْ: mereka (orang-orang munafik) memanggil orang-orang mukmin.
فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ: kalian telah merusak dan membinasakan diri kalian sendiri dengan kemunafikan.
وَتَرَبَّصْتُمْ: kalian menunggu-nunggu kebinasaan dan malapetaka menimpa orang-orang mukmin.
وَارْتَبْتُمْ: kalian ragu-ragu terhadap janji Allah dan hari kebangkitan.
وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ: tipu daya angan-angan kosong dan harapan palsu telah memperdaya kalian.
الْغَرُورُ: setan yang selalu menipu dan memperdaya manusia.
Pada hari kiamat kelak, ketika orang-orang munafik berada di tempat yang gelap dan tidak dapat melihat cahaya keimanan orang-orang mukmin, mereka memanggil-manggil dengan penuh penyesalan dan keheranan: "Bukankah kami dahulu di dunia bersama kalian? Kami shalat bersama kalian, kami berpuasa bersama kalian, kami berjihad bersama kalian, dan kami mengaku beriman seperti kalian? Mengapa sekarang kami terpisah dari kalian?" Maka dengan tegas dan penuh kejujuran, orang-orang mukmin menjawab: "Benar, kalian memang bersama kami di dunia secara lahiriah. Namun kalian telah membinasakan diri kalian sendiri dengan kemunafikan dan kemaksiatan yang kalian sembunyikan. Kalian senantiasa menunggu-nunggu datangnya musibah dan kebinasaan menimpa kami, kalian ragu terhadap kebenaran janji Allah dan hari pembalasan, serta angan-angan kosong dan harapan palsu telah memperdaya kalian sehingga kalian terus-menerus menunda taubat. Keadaan kalian yang demikian itu berlangsung terus hingga datang ketetapan Allah, yaitu kematian menjemput kalian dalam keadaan masih di atas kemunafikan. Dan yang paling parah, setan telah memperdaya kalian dengan menanamkan rasa aman palsu dari siksa Allah, sehingga kalian merasa tenang berbuat dosa dan tidak segera kembali kepada kebenaran."
Sungguh, ayat ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa banyak orang yang tertipu oleh angan-angan kosong dan bisikan setan sehingga lalai dari hakikat kehidupan yang sebenarnya. Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin untuk selalu memperbaiki keikhlasan iman kita, menjauhi kemunafikan dalam segala bentuknya, dan tidak menunda-nunda taubat. Ingatlah bahwa kematian tidak mengenal usia, dan setan tidak akan pernah berhenti menjerumuskan manusia. Maka berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah, perbanyaklah amal saleh, dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari tipu daya setan yang terkutuk. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala meneguhkan hati kita di atas iman hingga akhir hayat dan mempertemukan kita dengan orang-orang mukmin di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Al-Hadid
Terjemah — Al-Hadid 14
Surat Al-Hadid Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah…Surat Ayat 14/29 — Al-Hadid الحديد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hadid Dengarkan, Al-Hadid Terjemah, Al-Hadid mp3, Al-Hadid pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








