Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- شُرَكَاءَ الْجِنَّ (Syurakā'al-Jinn): Menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu bagi Allah dalam ibadah.
- وَخَرَقُوا (Wa kharaqū): Mengada-adakan, merekayasa, atau membuat-buat kebohongan.
- بِغَيْرِ عِلْمٍ (Bighairi 'ilm): Tanpa dasar pengetahuan yang benar, hanya sekadar dugaan dan kebohongan.
- سُبْحَانَهُ (Subhānahu): Maha Suci Allah dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menyingkap kebodohan dan kesesatan orang-orang musyrik dalam mempersepsikan Allah Ta'ala. Mereka dengan sesatnya menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah dalam hal ibadah dan ketuhanan. Mereka meyakini bahwa jin-jin itu dapat memberi manfaat atau mudarat, sehingga mereka menyembah dan meminta pertolongan kepada makhluk-makhluk gaib tersebut. Padahal, Allah-lah yang menciptakan jin itu sendiri beserta seluruh alam semesta. Sungguh sangat tidak masuk akal dan sangat zalim jika makhluk ciptaan dijadikan sekutu bagi Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.
Tidak berhenti di situ, kebodohan mereka semakin menjadi-jadi. Mereka dengan lancangnya mengada-adakan dan merekayasa kebohongan bahwa Allah memiliki anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian mereka mengklaim malaikat sebagai anak perempuan Allah, sebagian lain menganggap 'Uzair sebagai anak Allah, dan kaum Nasrani menganggap Nabi Isa sebagai anak Allah. Semua itu mereka katakan tanpa dasar ilmu yang benar, murni hanya karangan dan khayalan belaka. Padahal, Allah Maha Suci dan Maha Tinggi dari segala sifat yang mereka tuduhkan. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, renungkanlah betapa agungnya ayat ini dalam membersihkan akidah kita dari segala bentuk kesyirikan. Allah Ta'ala dengan tegas menyucikan diri-Nya dari segala kebohongan dan kedustaan yang diucapkan oleh orang-orang yang tidak berilmu. Ketika kita memahami bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam semesta, maka sudah seharusnya kita mengarahkan seluruh ibadah, doa, harapan, dan ketakutan kita hanya kepada-Nya semata. Janganlah kita pernah menoleh kepada jin, dukun, peramal, atau makhluk apa pun untuk meminta pertolongan dalam perkara gaib, karena itu adalah bentuk kesyirikan yang diharamkan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat keyakinan bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan. Dialah yang menciptakan kita, memberi rezeki, menghidupkan, dan mematikan kita. Maka hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Semoga Allah menjaga hati kita dari segala bentuk kesyirikan dan menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 98-102 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 100
Surat Al-An'am Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah,…Surat Ayat 100/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








