Terjemahan — Tafsir
Makna Perkataan:
- أَنَدْعُو - patutkah kita menyeru/menyembah
- مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا - sesuatu yang tidak memberi manfaat kepada kita dan tidak memberi mudarat kepada kita
- نُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَابِنَا - kami dikembalikan ke belakang (iaitu murtad kembali kepada kekufuran)
- اسْتَهْوَتْهُ - telah menyesatkannya (syaitan-syaitan telah menariknya ke arah kesesatan)
- حَيْرَانَ - bingung, tidak tahu arah tujuan
- لِنُسْلِمَ - agar kami tunduk patuh
Tafsiran Ayat:
Wahai Rasulullah, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang mengajakmu kembali kepada penyembahan berhala: "Patutkah kami menyembah selain Allah sesuatu yang tidak mampu memberi manfaat kepada kami jika kami menyembahnya, dan tidak mampu memberi mudarat kepada kami jika kami meninggalkannya? Patutkah kami berpaling ke belakang dan kembali kepada kekufuran setelah Allah memberikan petunjuk kepada kami untuk memeluk Islam?"
Keadaan orang yang kembali kepada kekufuran setelah mendapat hidayah adalah seperti seseorang yang telah disesatkan oleh syaitan-syaitan di muka bumi ini, sehingga dia berjalan dalam keadaan bingung dan tersasar dari jalan yang benar. Dia tidak mengetahui ke mana hendak pergi, sedangkan di sekelilingnya terdapat sahabat-sahabat yang berakal dan beriman yang berdiri di atas jalan yang lurus, memanggilnya: "Marilah kembali kepada kami, ikutlah jalan petunjuk ini!" Namun dia enggan dan tidak menghiraukan seruan mereka.
Kemudian Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk berkata kepada mereka: "Sesungguhnya petunjuk Allah yang dibawa oleh utusan-Nya itulah petunjuk yang sebenar-benarnya, bukan apa yang kamu serukan itu. Dan kami telah diperintahkan oleh Allah agar tunduk patuh kepada-Nya semata-mata, mengesakan-Nya dalam ibadah, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan sekalian alam, yang memiliki dan mentadbir seluruh alam ini."
Pengajaran dan Seruan:
Ayat yang mulia ini mengajar kita satu perkara yang amat penting iaitu keteguhan pendirian seorang mukmin dalam memegang agama Allah. Seorang mukmin tidak akan tergoyah oleh sebarang ajakan untuk kembali kepada kesesatan, walau apa pun bentuknya. Hidayah Allah adalah nikmat yang paling agung, maka menjaganya adalah kewajiban yang paling utama.
Bayangkanlah betapa hinanya seseorang yang telah diberikan Allah cahaya iman, lalu dia menukarnya dengan kegelapan syirik. Syaitan sentiasa berusaha untuk menyesatkan manusia, dan mereka tidak akan berhenti sehingga berjaya membawa kita kembali kepada kesesatan. Maka berpeganglah dengan tali Allah, kerana tiada petunjuk yang lebih benar melainkan petunjuk Allah.
Marilah kita menjadi hamba yang berserah diri kepada Allah, Tuhan sekalian alam. Dialah yang memberi manfaat dan mudarat, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan kepada-Nyalah kita akan kembali. Kebahagiaan hakiki hanya akan diperoleh dengan mentaati Allah dan mengikuti petunjuk Rasul-Nya. Semoga Allah menetapkan hati kita di atas agama-Nya yang benar sehingga kita bertemu dengan-Nya dalam keadaan redha dan diredhai.
📜 Ayat 69-73 — Surah Al-An'am
Terjemahan — Al-An'am 71
Surah Al-An'am Ayat 71 - Baca, Dengar, Terjemahan, Melayu : Katakanlah: "Patutkah kita menyeru serta menyembah yang lain dari Allah,…Surah Ayat 71/165 — Surah Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengar Terjemahan (Melayu). Dengar: Surah Al-An'am Dengar, Surah Al-An'am Terjemahan, Surah Al-An'am mp3, Surah Al-An'am pdf. Ayat 69–73. Dalam Bahasa Melayu: Bahasa Indonesia.
Al-Quran
Monday, September 7, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baik anda








