Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- نَسْمَعُ (nasma'u): mendengar dengan pendengaran yang bermanfaat, yaitu mendengar dengan hati yang terbuka dan siap menerima kebenaran, bukan sekadar mendengar dengan telinga.
- نَعْقِلُ (na'qilu): menggunakan akal untuk merenungkan, memahami, dan membedakan antara yang hak dan yang batil.
- السَّعِيرِ (as-sa'ir): api neraka yang menyala-nyala dengan sangat panas.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan kepada kita tentang penyesalan mendalam yang dirasakan oleh penghuni neraka. Mereka berkata dengan penuh penyesalan dan pengakuan: "Seandainya dahulu kami mau mendengar dengan pendengaran yang bermanfaat, atau menggunakan akal kami untuk merenungkan kebenaran yang disampaikan oleh para rasul, niscaya kami tidak akan termasuk golongan penghuni neraka yang menyala-nyala ini."
Mereka mengakui bahwa kesengsaraan yang mereka alami bukanlah karena kebenaran tidak sampai kepada mereka, bukan pula karena tidak ada bukti yang jelas. Akan tetapi, semua itu disebabkan oleh hati mereka yang tertutup, pendengaran yang tidak mau menerima nasihat, dan akal yang tidak mau digunakan untuk berpikir. Mereka mendengar ayat-ayat Allah, tetapi telinga mereka seakan tuli; mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah, tetapi mata dan akal mereka seakan buta.
Ayat ini menunjukkan bahwa pendengaran dan akal adalah dua nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia. Barangsiapa menggunakannya dengan benar, ia akan mendapat petunjuk; dan barangsiapa menyia-nyiakannya, ia akan tersesat dan merugi di dunia maupun di akhirat.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita yang masih hidup di dunia. Allah memberikan kita kesempatan untuk mendengar dan berpikir sebelum datangnya hari penyesalan. Janganlah kita menjadi seperti mereka yang menyesal di saat penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.
Marilah kita gunakan pendengaran kita untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan nasihat-nasihat yang baik. Marilah kita gunakan akal kita untuk merenungkan kebesaran Allah, memahami tujuan hidup kita, dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sesungguhnya, orang yang berbahagia adalah orang yang mau mengambil pelajaran sebelum terlambat, dan orang yang merugi adalah orang yang menyesal di akhirat nanti ketika pintu taubat telah tertutup.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menggunakan pendengaran dan akal dengan sebaik-baiknya, sehingga kita termasuk golongan yang selamat dan berbahagia di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 8-12 — Al-Mulk
Terjemah — Al-Mulk 10
Surat Ayat 10/30 — Al-Mulk الملك (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mulk Dengarkan, Al-Mulk Terjemah, Al-Mulk mp3, Al-Mulk pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








