Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Wa'adnā (وواعدنا): Kami telah menjanjikan dan menetapkan waktu.
- Mīqāt (ميقات): Waktu yang telah ditentukan dan dijanjikan.
- Akhlufnī (اخلفني): Jadilah penggantiku, wakilku, atau pemimpin setelahku.
- Aṣliḥ (أصلح): Perbaikilah keadaan mereka, bimbinglah mereka ke jalan kebaikan.
- Sabīl al-Mufsidīn (سبيل المفسدين): Jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Tafsir Lengkap:
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang agung telah menetapkan waktu khusus untuk berbicara langsung dengan Nabi Musa 'alaihissalam. Beliau dijanjikan untuk bermunajat kepada Rabb-nya selama tiga puluh malam, yaitu bulan Zulqa'dah. Kemudian Allah menambah sepuluh malam lagi dari bulan Zulhijjah, sehingga genaplah waktu yang telah ditetapkan oleh Allah untuk Musa menjadi empat puluh malam. Ini adalah kehormatan besar yang diberikan Allah kepada Nabi Musa, sebuah kedekatan yang tiada tara antara seorang hamba dengan Rabb-nya.
Ketika Nabi Musa hendak berangkat menuju bukit untuk memenuhi panggilan Tuhannya, beliau tidak lupa akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin umat. Beliau memanggil saudaranya, Nabi Harun 'alaihissalam, seraya berkata: "Wahai saudaraku, jadilah engkau penggantiku di tengah-tengah kaumku selama kepergianku. Perbaikilah keadaan mereka, bimbinglah mereka kepada ketaatan kepada Allah, dan janganlah sekali-kali engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jangan engkau taati orang-orang yang bermaksiat kepada Allah, dan jangan pula engkau membantu mereka dalam kebatilan."
Nasihat Nabi Musa kepada Harun ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Bahwa setiap pemimpin, setiap orang tua, dan setiap orang yang diberi amanah haruslah memperhatikan keadaan orang-orang yang dipimpinnya. Mereka harus menyeru kepada kebaikan, melarang kemungkaran, dan menjauhi segala bentuk kerusakan.
Saudaraku, perhatikanlah bagaimana Islam mengajarkan kita tentang pentingnya tanggung jawab dan saling menasihati dalam kebaikan. Ketika kita diberikan amanah, sekecil apa pun, maka kita harus menjalankannya dengan baik. Dan ketika kita berpisah dengan orang-orang yang kita cintai, hendaknya kita selalu berpesan kepada mereka untuk tetap berada di atas ketaatan kepada Allah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Inilah keindahan Islam, agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan, dari urusan ibadah hingga urusan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Mari kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga untuk selalu menjaga amanah, memperbaiki diri dan orang lain, serta menjauhi segala bentuk kerusakan di muka bumi. Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari jalan orang-orang yang berbuat kerusakan. Aamiin.
📜 Ayat 140-144 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 142
Surat Ayat 142/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 140–144. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








