Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qaththa'nahum: Kami pecah-belah mereka (Bani Israil) menjadi beberapa kelompok.
- Umaman: Golongan-golongan atau kelompok-kelompok yang terpisah-pisah.
- Ash-Shalihun: Orang-orang yang saleh, yang menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak sesama hamba.
- Duna dzalika: Di bawah tingkat itu, yaitu mereka yang kurang dari itu, baik yang pertengahan maupun yang melampaui batas.
- Balaw nahum: Kami menguji mereka.
- Al-Hasanat: Keadaan yang baik, kelapangan rezeki, dan nikmat.
- As-Sayyi'at: Keadaan yang buruk, kesempitan, dan musibah.
- Yarji'un: Kembali (bertaubat) dari kesesatan mereka.
Tafsir Lengkap:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang kejadian besar yang menimpa Bani Israil setelah mereka menyimpang dari jalan yang lurus. Allah memecah-belah mereka di muka bumi menjadi berbagai kelompok dan golongan yang tersebar di berbagai penjuru, tidak lagi bersatu dalam satu kekuatan. Di antara mereka ada yang saleh, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan menunaikan hak-hak-Nya serta hak-hak sesama manusia, mereka teguh di atas kebenaran. Dan di antara mereka ada pula yang berada di bawah tingkat kesalehan itu—mereka yang pertengahan, yang lalai, dan bahkan ada yang melampaui batas dengan berbuat kemaksiatan dan kekufuran.
Allah menguji mereka semua dengan kebaikan dan keburukan. Terkadang Allah berikan kelapangan rezeki, kesehatan, dan kemudahan, lalu mereka menjadi lupa diri dan sombong. Terkadang pula Allah timpakan kepada mereka kesempitan, musibah, dan bencana agar mereka tersentak dari kelalaian. Semua ujian itu—baik yang manis maupun yang pahit—bukanlah tanpa tujuan. Allah ingin mereka kembali kepada-Nya, merendahkan diri, dan bertaubat dari segala kesalahan.
Sungguh, inilah sunnatullah yang berlaku bagi setiap umat. Ujian datang silih berganti, adakalanya dalam bentuk kesenangan dan adakalanya dalam bentuk kesulitan. Semua itu adalah rahmat tersembunyi dari Allah agar hamba-hamba-Nya tidak terlena dan selalu ingat kepada-Nya. Maka betapa beruntungnya orang yang menjadikan setiap keadaan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika diberi nikmat, ia bersyukur; ketika ditimpa musibah, ia bersabar dan beristighfar. Janganlah kita menjadi seperti Bani Israil yang keras kepala, yang justru semakin jauh ketika diuji. Jadikanlah setiap detik kehidupan ini sebagai momentum untuk kembali kepada Allah, karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali dengan hati yang tulus.
📜 Ayat 166-170 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 168
Surat Ayat 168/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 166–170. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








