Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- خُذِ الْعَفْوَ (*Khudzil-'afwa*): Ambillah kelebihan (kemudahan) dari manusia, yaitu apa yang mudah diberikan dan tidak memberatkan mereka. Ini berarti bersikap toleran dan tidak mempersulit orang lain.
- الْعُرْفِ (*Al-'Urfi*): Segala perkataan yang baik dan perbuatan yang mulia yang diakui kebaikannya oleh akal sehat dan syariat.
- أَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ (*A'ridh 'anil-jahilin*): Berpalinglah dari orang-orang yang bodoh, jangan membalas kebodohan mereka dengan kebodohan serupa.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ dan seluruh umatmu, terimalah dengan lapang dada apa yang mudah diberikan oleh manusia, baik berupa akhlak maupun amal perbuatan mereka. Janganlah engkau membebani mereka dengan perkara-perkara yang sulit dan memberatkan, karena hal itu justru akan membuat mereka menjauh dan enggan menerima kebenaran. Bersikaplah pemaaf dan toleran, karena sikap ini akan membuka hati manusia untuk mendekat kepada agama Allah.
Selanjutnya, perintahkanlah kepada manusia segala bentuk kebaikan, baik berupa perkataan yang indah maupun perbuatan yang mulia. Ajaklah mereka kepada akhlak yang terpuji, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan tolong-menolong dalam kebaikan. Jadilah engkau teladan dalam menyerukan kebaikan dengan hikmah dan kelembutan, agar dakwahmu diterima dengan hati yang terbuka.
Adapun orang-orang yang bodoh yang berlaku kasar, menghina, atau mengganggumu dengan kebodohan mereka, maka berpalinglah dari mereka. Jangan engkau balas kebodohan mereka dengan kebodohan yang serupa. Jangan engkau turunkan martabatmu dengan berdebat atau bertengkar dengan mereka. Cukup abaikan mereka dengan penuh kesabaran dan kehormatan diri. Jika mereka menyakitimu, jangan engkau balas menyakiti; jika mereka menghalangimu, jangan engkau halangi mereka. Biarkan Allah yang akan membalas perbuatan mereka, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Hikmah dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini adalah pedoman hidup yang sangat indah bagi setiap Muslim. Ia mengajarkan kita tiga perkara besar: *pertama*, bersikap pemaaf dan toleran terhadap sesama; *kedua*, giat menyeru kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana; dan *ketiga*, menjauhi perdebatan yang sia-sia dengan orang-orang bodoh.
Bayangkan betapa indahnya kehidupan ini jika setiap Muslim mengamalkan ayat ini! Rumah tangga akan dipenuhi kasih sayang, masyarakat akan hidup rukun dan damai, dan dakwah Islam akan berjalan dengan penuh kelembutan. Sikap pemaaf bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan iman. Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal ini—beliau selalu memaafkan orang-orang yang menyakitinya, bahkan ketika beliau mampu membalas.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pegangan hidup sehari-hari. Ketika seseorang berbuat buruk kepada kita, janganlah kita membalas dengan keburukan. Ketika kita melihat kemungkaran, perbaikilah dengan cara yang baik. Dan ketika orang-orang bodoh mengganggu kita, berpalinglah dengan penuh kesabaran. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik, dan Dia akan memberikan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang sabar dan pemaaf. Semoga kita semua termasuk golongan yang mengamalkan ayat ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
📜 Ayat 197-201 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 199
Surat Al-A'raf Ayat 199 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta…Surat Ayat 199/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 197–201. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








