Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا: Kami telah menzalimi diri kami sendiri, yakni merugikan diri kami dengan perbuatan maksiat.
- تَغْفِرْ لَنَا: Engkau mengampuni dosa-dosa kami dan menutupinya.
- تَرْحَمْنَا: Engkau melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami.
- الْخَاسِرِينَ: Orang-orang yang merugi, yaitu mereka yang kehilangan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Nabi Adam dan istrinya Hawa 'alaihimas salam setelah mereka tergelincih memakan buah dari pohon yang dilarang. Keduanya berkata dengan penuh penyesalan dan kerendahan hati: *"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri."* Artinya, kami telah merugikan diri kami dengan melanggar perintah-Mu dan memakan buah terlarang itu. Mereka tidak menyalahkan setan atau mencari kambing hitam, melainkan mengakui kesalahan mereka dengan jujur dan tulus.
Kemudian mereka melanjutkan dengan doa yang sangat indah: *"Dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."* Ini adalah pengakuan bahwa keselamatan mereka sepenuhnya bergantung pada ampunan dan rahmat Allah. Mereka sadar bahwa tanpa pengampunan-Nya, mereka akan menjadi hamba yang rugi di dunia dan akhirat.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang adab bertaubat. Ketika seseorang berbuat dosa, hendaknya ia segera mengakui kesalahannya di hadapan Allah, tidak menyalahkan orang lain, dan memohon ampunan serta rahmat-Nya dengan penuh harap dan takut. Inilah taubat yang diterima Allah, sebagaimana Allah menerima taubat Nabi Adam dan mengangkatnya menjadi nabi kembali.
Sungguh indahnya Islam yang mengajarkan kita bahwa pintu taubat selalu terbuka. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni selama hamba kembali kepada Allah dengan hati yang tulus. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia bergembira ketika hamba-Nya bertaubat. Maka janganlah pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Mari kita jadikan doa Nabi Adam ini sebagai senjata kita setiap kali kita berbuat salah, agar kita termasuk hamba-hamba yang diampuni dan dirahmati, bukan termasuk orang-orang yang merugi.
📜 Ayat 21-25 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 23
Surat Ayat 23/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








