Nuh · 28/28
Terjemah Transliterasi — Nuh
رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا ۝٢٨
Rabbigh fir lee wa liwaa lidaiya wa liman dakhala baitiya mu`minanw wa lil mu`mineena wal mu`minaati wa laa tazidiz zaalimeena illaa tabaaraa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Tabāran (تَبَارًا): berarti kehancuran total, kebinasaan yang menyeluruh, atau hilangnya bekas dan jejak sesuatu. Dalam konteks ini, doa Nabi Nuh agar orang-orang zalim itu dihancurkan tanpa sisa, sehingga tidak ada lagi keturunan atau pengikut mereka yang tersisa untuk meneruskan kebatilan.

Tafsir Ayat:

Setelah sekian lama berdakwah dengan penuh kesabaran, Nabi Nuh `alaihissalam` akhirnya sampai pada titik di mana beliau menyadari bahwa kaumnya telah memutuskan untuk terus berada dalam kekafiran dan tidak akan pernah beriman. Maka, dengan hati yang hancur namun penuh keyakinan kepada Allah, beliau memanjatkan doa yang agung ini sebagai penutup perjuangannya.

Dalam doa ini, Nabi Nuh memohon ampunan bagi dirinya sendiri, kedua orang tuanya yang telah beriman, dan bagi setiap mukmin yang masuk ke dalam rumahnya dengan keimanan. Beliau juga mendoakan seluruh kaum mukminin dan mukminat dari semua umat, hingga akhir zaman. Ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi Nuh — beliau tidak hanya mendoakan orang-orang terdekatnya, tetapi juga seluruh umat beriman di masa yang akan datang. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: seorang mukmin sejati selalu mendoakan kebaikan untuk saudara-saudaranya, baik yang dikenal maupun tidak.

Kemudian, pada bagian akhir doanya, Nabi Nuh memohon kepada Allah agar tidak menambah bagi orang-orang zalim itu kecuali kehancuran. Ini bukanlah doa kebencian yang lahir dari dendam pribadi, melainkan doa yang lahir dari kesadaran bahwa mereka telah menolak kebenaran dengan keras kepala dan terus-menerus menyesatkan manusia. Maka, kehancuran mereka adalah rahmat bagi umat manusia yang lain, agar kebatilan tidak terus menyebar di muka bumi.

Allah pun mengabulkan doa Nabi Nuh tersebut. Allah menimpakan banjir besar yang menenggelamkan seluruh orang kafir, termasuk anak dan istri Nabi Nuh yang tidak beriman. Hanya orang-orang yang berimanlah yang selamat di dalam bahtera. Ini adalah bukti bahwa doa seorang nabi adalah mustajab, dan bahwa Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa hal yang sangat berharga:

  1. Keutamaan mendoakan kedua orang tua — Nabi Nuh yang merupakan nabi yang mulia saja masih memohon ampunan untuk orang tuanya. Ini mengingatkan kita untuk senantiasa mendoakan kedua orang tua kita, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
  2. Keutamaan mendoakan sesama mukmin — Doa Nabi Nuh mencakup seluruh mukminin dan mukminat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa seorang Muslim untuk saudaranya yang tidak hadir akan dikabulkan, dan malaikat akan mengaminkan doanya. Maka, perbanyaklah mendoakan kebaikan untuk saudara-saudara seiman kita.
  3. Keadilan Allah terhadap orang-orang zalim — Allah tidak akan membiarkan kezaliman berlangsung selamanya. Pada saat yang tepat, Allah akan menghancurkan kebatilan dan meninggikan kebenaran. Ini memberi harapan bagi kita bahwa perjuangan melawan kebatilan, betapapun beratnya, akan berakhir dengan kemenangan bagi orang-orang beriman.
  4. Kesabaran dalam berdakwah — Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun dengan penuh kesabaran. Meskipun hanya sedikit yang beriman, beliau tidak pernah berhenti mengajak kaumnya kepada kebenaran. Ini adalah teladan bagi kita untuk tidak mudah putus asa dalam menyampaikan kebaikan, sekecil apa pun hasil yang terlihat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman, diampuni dosa-dosanya, dan dijauhkan dari kehancuran. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 26-28 — Nuh

26وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
27إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
28رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا
Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan".
NuhIndeks Quran
28Ayat
MakkiyahRevelation
28Ayat

Terjemah — Nuh 28

Surat Nuh Ayat 28 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke…

Surat Ayat 28/28 — Nuh نوح (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Nuh Dengarkan, Nuh Terjemah, Nuh mp3, Nuh pdf. Ayat 26–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu