Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَذْكُرُونَ (yadzkurūn): Mereka mengambil pelajaran, mengingat, atau menerima nasihat.
- أَهْلُ التَّقْوَى (ahlu at-taqwā): Yang paling berhak untuk ditakuti, ditaati, dan dijauhi larangan-Nya.
- أَهْلُ الْمَغْفِرَةِ (ahlu al-maghfirah): Yang paling berhak untuk mengampuni dosa hamba-hamba-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu mengambil pelajaran dari Al-Qur'an dan tidak akan bisa menerima nasihat, kecuali jika Allah sendiri yang menghendaki dan memberikan hidayah kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah, dan manusia tidak memiliki daya upaya kecuali dengan izin-Nya. Maka, barang siapa yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan, Allah akan membukakan hatinya untuk menerima kebenaran; dan barang siapa yang dikehendaki-Nya tersesat, maka tiada seorang pun yang mampu memberi petunjuk kepadanya.
Kemudian Allah menyifati diri-Nya dengan dua sifat yang agung:
- Dia adalah Ahlut-Taqwa — yakni satu-satunya Zat yang paling berhak untuk ditakuti, ditaati, dan dijauhi larangan-Nya. Tidak ada yang lebih layak untuk disembah dan dipatuhi selain Dia. Ketakwaan sejati adalah ketika seorang hamba menyadari keagungan Allah, lalu ia menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan dan kecintaan.
- Dia adalah Ahlul-Maghfirah — yakni satu-satunya Zat yang berhak memberikan ampunan. Dialah yang Maha Pengampun, yang membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang berdosa, selama mereka kembali kepada-Nya dengan tulus. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni-Nya, selama hamba tersebut bertobat dan memperbaiki diri.
Ayat ini menutup surat Al-Muddatsir dengan penuh harapan dan ketenangan. Setelah sebelumnya Allah memperingatkan tentang dahsyatnya neraka Saqar dan kerasnya azab bagi orang-orang yang mendustakan, kini Allah menutupnya dengan pintu rahmat yang luas. Ini mengajarkan kita bahwa meskipun ancaman Allah itu nyata, namun rahmat dan ampunan-Nya selalu terbuka bagi siapa saja yang mau bertobat dan bertakwa.
Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa agungnya Allah yang kita sembah. Dia adalah satu-satunya Zat yang berhak kita takuti, namun Dia juga satu-satunya yang paling rindu mengampuni hamba-hamba-Nya. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena pintu ampunan-Nya tidak pernah tertutup selama nyawa masih di badan. Sebaliknya, jangan pula merasa aman dari azab-Nya, karena ketakwaan adalah kunci keselamatan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat iman: bahwa hidayah itu milik Allah, maka perbanyaklah doa memohon keteguhan hati. Dan bahwa ampunan itu milik Allah, maka perbanyaklah istighfar dan taubat. Dengan begitu, kita akan hidup dalam keseimbangan antara harapan dan rasa takut, antara cinta dan kepatuhan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan diampuni dosa-dosanya. Aamiin.
📜 Ayat 54-56 — Al-Muddassir
Terjemah — Al-Muddassir 56
Surat Al-Muddassir Ayat 56 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah…Surat Ayat 56/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 54–56. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








