Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lā taqum fīhi abadā: Janganlah engkau berdiri (shalat) di dalamnya selama-lamanya.
- Ussisa 'alā at-taqwā: Didirikan di atas dasar ketakwaan.
- Min awwali yaum: Sejak hari pertama pembangunannya.
- Aḥaqqu an taqūma fīhi: Lebih berhak engkau berdiri (shalat) di dalamnya.
- Yuḥibbūna an yataṭahharū: Mereka mencintai untuk bersuci.
- Al-muṭṭahhirīn: Orang-orang yang senantiasa menyucikan diri.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, janganlah sekali-kali engkau berdiri untuk melaksanakan shalat di masjid tersebut (Masjid Dhirar yang dibangun oleh orang-orang munafik) selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar ketakwaan sejak hari pertama — yaitu Masjid Quba' yang engkau dirikan sendiri di atas dasar keikhlasan dan ketaatan kepada Allah — jauh lebih berhak untuk engkau dirikan shalat di dalamnya. Di masjid itulah terdapat kaum muslimin yang mencintai kebersihan dan kesucian; mereka bersuci dari hadats dan najis dengan air, serta membersihkan jiwa mereka dari dosa-dosa melalui taubat dan istighfar. Dan Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga kesucian lahir maupun batin.
Ayat ini turun ketika orang-orang munafik membangun Masjid Dhirar dengan tujuan memecah belah kaum muslimin, lalu mereka mengundang Rasulullah ﷺ untuk shalat di dalamnya. Maka Allah melarang beliau dengan tegas, dan mengarahkan beliau kepada masjid yang dibangun di atas ketakwaan. Bahkan jika Masjid Quba' saja telah didirikan di atas ketakwaan sejak hari pertama, maka Masjid Nabawi di Madinah tentu lebih utama lagi, karena ia dibangun langsung oleh Rasulullah ﷺ sebagai pusat ibadah, ilmu, dan persatuan umat.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa tempat ibadah yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling megah bangunannya, melainkan yang paling bersih niatnya dan paling kokoh di atas ketakwaan. Allah tidak melihat kepada bentuk lahiriah masjid, tetapi kepada keikhlasan dan ketakwaan yang menjadi fondasinya. Maka marilah kita senantiasa menjaga kesucian hati kita dari kemunafikan dan kebencian, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan kita, karena Allah mencintai orang-orang yang bersuci. Jadikanlah setiap langkah kita menuju masjid sebagai langkah menuju keridhaan Allah, dan jadikanlah masjid sebagai pusat pembinaan iman dan ukhuwah, bukan sebagai alat perpecahan. Sungguh, kebersihan lahir dan batin adalah kunci untuk meraih cinta Allah yang tiada tara.
📜 Ayat 106-110 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 108
Surat At-Taubah Ayat 108 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang…Surat Ayat 108/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 106–110. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







