At-Taubah · 53/129
Terjemah Transliterasi — At-Taubah
قُلْ أَنفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ ۝٥٣
Qul anfiqoo taw`an aw karhal lany yutaqabbala min kum innakum kuntum qawman faasiqeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Sulit:

  • طَوْعًا (thau'an): dengan sukarela, tanpa paksaan, dalam keadaan senang hati.
  • كَرْهًا (karhan): dengan terpaksa, dalam keadaan benci dan tidak menyukai.
  • لَنْ يُتَقَبَّلَ (lan yutaqabbala): tidak akan diterima sama sekali.
  • فَاسِقِينَ (fāsiqīn): orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan meninggalkan perintah-perintah-Nya.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad ﷺ, sampaikanlah kepada orang-orang munafik itu: "Belanjakanlah harta kalian untuk apa pun, baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, sungguh Allah tidak akan pernah menerima sedekah dan infak kalian sedikit pun." Hal ini karena mereka adalah kaum yang fasik—keluar dari jalan kebenaran, mengingkari Allah dan Rasul-Nya, serta tidak memiliki keikhlasan dalam hati mereka. Amal yang lahir dari hati yang kotor dan penuh kemunafikan tidak akan pernah sampai kepada Allah sebagai amal yang diterima, meskipun tampak baik di mata manusia.

Allah Ta'ala tidak melihat kepada bentuk lahiriah amal, tetapi Dia melihat kepada hati dan keikhlasan pelakunya. Orang-orang munafik yang hatinya penuh kedustaan, infak mereka hanyalah riya dan usaha untuk menyembunyikan kekufuran mereka. Maka Allah menolak amal mereka karena sumbernya adalah hati yang rusak dan iman yang kosong. Ini merupakan teguran keras sekaligus kabar yang memilukan bagi mereka—bahwa segala pengorbanan harta mereka sia-sia di sisi Allah.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa diterimanya amal ibadah itu sangat bergantung pada keimanan dan keikhlasan hati. Betapa banyak orang yang menginfakkan hartanya dalam jumlah besar, namun karena hatinya tidak bersih dan imannya tidak benar, maka amalnya ditolak dan menjadi debu yang beterbangan.

Maka marilah kita senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap amal kita. Perbaikilah hubungan kita dengan Allah, jauhi segala bentuk kemunafikan dan kedustaan, niscaya Allah akan menerima amal-amal kita dan melipatgandakan pahalanya. Sungguh, Allah itu Maha Baik dan hanya menerima yang baik-baik. Jika kita ingin amal kita diterima, maka perbaikilah hati kita, luruskan niat kita, dan istiqamahlah di atas jalan-Nya. Jangan sampai kita termasuk golongan yang beramal namun tidak diterima—na'udzubillah—karena hati yang kosong dari keimanan yang benar.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 51-55 — At-Taubah

51قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".
52قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ
Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".
53قُلْ أَنفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ
Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.
54وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
55فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.
At-TaubahIndeks Quran
129Ayat
MadaniyahRevelation
53Ayat

Terjemah — At-Taubah 53

Surat At-Taubah Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun…

Surat Ayat 53/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu