Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- "Bi-idznillāh" (بِإِذْنِ اللَّهِ): Artinya dengan izin, kehendak, dan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- "Ar-Rijs" (الرِّجْسَ): Bermakna azab, kehinaan, dan kekotoran berupa siksa serta keburukan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk beriman kepada Allah kecuali dengan izin dan kehendak-Nya. Iman bukanlah sesuatu yang lahir dari keinginan semata atau usaha pribadi tanpa campur tangan Allah. Sebab hidayah itu sepenuhnya milik Allah; Dia memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menahannya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Maka janganlah engkau wahai Nabi Muhammad—dan juga para pendakwah setelahnya—menghabiskan dirimu dalam kesedihan yang berlebihan ketika melihat orang-orang musyrik tidak mau beriman. Tugasmu hanyalah menyampaikan, sementara hidayah itu urusan Allah semata.
Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah menjadikan "ar-rijjs"—yakni azab, kehinaan, dan kekotoran jiwa—menimpa orang-orang yang tidak menggunakan akal sehatnya. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau merenungkan ayat-ayat Allah, tidak memahami perintah dan larangan-Nya, serta menutup mata dari bukti-bukti kebenaran yang telah tampak jelas. Mereka enggan berpikir tentang kekuasaan Allah yang terbentang di langit dan bumi, sehingga pantaslah mereka mendapat siksa yang menghinakan.
Pesan Dakwah dan Renungan:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah hakikat yang sangat penting: bahwa keimanan adalah anugerah terbesar dari Allah. Maka bersyukurlah dengan sebenar-benarnya jika Allah telah membukakan hatimu untuk beriman dan taat kepada-Nya. Jangan pernah merasa sombong dengan amal dan imanmu, karena semua itu murni karunia Allah.
Bagi para pendakwah dan penyeru kebaikan, ayat ini menjadi obat penenang hati. Jangan bersedih dan jangan putus asa ketika dakwahmu belum membuahkan hasil. Tugasmu hanyalah menyampaikan dengan hikmah dan kasih sayang, adapun hidayah itu hak prerogatif Allah. Teruslah berdoa dan berusaha, karena pintu hidayah tidak pernah tertutup selama seseorang masih bernyawa.
Dan bagi yang belum mendapatkan hidayah, renungkanlah: mengapa kita tidak mau menggunakan akal yang Allah berikan? Padahal akal adalah anugerah terbesar yang membedakan manusia dari makhluk lain. Allah mengajak kita untuk berpikir, merenung, dan mengambil pelajaran dari alam semesta serta dari Al-Qur'an. Jangan biarkan dirimu termasuk golongan yang disebut Allah sebagai "orang-orang yang tidak berakal"—mereka yang menutup mata dari kebenaran dan akhirnya merasakan azab yang pedih.
Semoga Allah membukakan hati kita semua untuk senantiasa berada di atas iman dan ketaatan, serta menjauhkan kita dari segala bentuk kehinaan di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 98-102 — Yunus
Terjemah — Yunus 100
Surat Yunus Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah;…Surat Ayat 100/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








