Terjemah — Tafsir
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ (Wahai kedua temanku dalam penjara), أَرْبَابٌ (tuhan-tuhan), مُتَفَرِّقُونَ (yang terpecah-pecah dan berbeda-beda), الْقَهَّارُ (Yang Maha Mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu).
Wahai kedua sahabatku di dalam penjara yang mulia! Renungkanlah sejenak dengan akal yang jernih: manakah yang lebih baik dan lebih layak untuk disembah? Apakah tuhan-tuhan yang banyak dan terpecah-pecah—yang masing-masing tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat, yang lemah dan tidak berdaya—ataukah Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa? Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, yang menundukkan segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang mampu mengalahkan-Nya.
Inilah seruan tauhid yang agung dari seorang nabi yang sedang diuji di dalam penjara. Meskipun beliau berada dalam keadaan terpenjara dan terzalimi, semangat dakwahnya tidak pernah padam. Beliau justru memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak kedua temannya merenungkan kebenaran yang hakiki. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: dakwah kepada Allah tidak mengenal tempat dan keadaan. Di mana pun kita berada, selagi ada kesempatan untuk menyampaikan kebaikan, maka sampaikanlah dengan hikmah dan kelembutan.
Saudaraku, perhatikanlah betapa indahnya cara Nabi Yusuf ‘alaihissalam berdakwah. Beliau tidak langsung mencela sesembahan mereka, tetapi mengajak mereka berpikir dengan pertanyaan yang menggugah akal: "Manakah yang lebih baik?" Ini adalah metode dakwah yang bijaksana—mengajak manusia menggunakan akal sehatnya untuk membedakan antara yang hak dan yang batil. Allah yang Maha Esa, yang mencipta langit dan bumi, yang mengatur seluruh alam semesta dengan sempurna, tentulah lebih layak disembah daripada berhala-berhala yang tidak dapat berbuat apa-apa.
Marilah kita renungkan bersama: bukankah alam semesta yang begitu luas dan teratur ini menunjukkan keesaan Penciptanya? Bukankah pergantian siang dan malam, terbit dan terbenamnya matahari, semua berjalan dengan sangat teratur tanpa ada pertentangan? Ini semua adalah bukti nyata bahwa Penciptanya adalah satu, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa—Dia yang mengalahkan segala sesuatu, dan segala sesuatu tunduk di bawah kekuasaan-Nya.
Betapa bahagianya jiwa yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, yang meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya tempat bergantung, tempat memohon pertolongan, dan tempat mengadu segala keluh kesah. Tidak ada ketenangan yang hakiki kecuali dengan beribadah kepada Allah yang Maha Esa. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqamah di atas tauhid, dan semoga Allah memberikan kita keteguhan iman seperti keteguhan Nabi Yusuf ‘alaihissalam dalam menghadapi segala ujian. Aamiin.
📜 Ayat 37-41 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 39
Surat Yusuf Ayat 39 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam…Surat Ayat 39/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 37–41. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








