Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ: dari pintu-pintu yang berbeda sebagaimana diperintahkan oleh ayah mereka.
- مَا كَانَ يُغْنِي: tidak akan bermanfaat atau tidak akan menolak.
- حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَاهَا: keinginan dalam hati Yakub yang ia wujudkan, yaitu rasa kasih sayang dan kekhawatiran agar mereka tidak terkena 'ain (pandangan hasad).
- لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ: benar-benar memiliki ilmu yang agung dari apa yang telah Kami ajarkan kepadanya.
Tafsir Lengkap:
Ketika putra-putra Yakub akhirnya memasuki kota Mesir melalui pintu-pintu yang berbeda sebagaimana pesan ayah mereka, ternyata hal itu sama sekali tidak mampu menolak takdir Allah yang telah ditetapkan. Apa yang dilakukan Yakub itu bukanlah bentuk perlawanan terhadap ketentuan Allah, melainkan hanya sekadar wujud kasih sayang dan kecemasan seorang ayah yang tulus. Ia khawatir jika mereka masuk bersama-sama dalam satu pintu, pandangan hasad atau 'ain akan menimpa mereka, sehingga ia memerintahkan mereka masuk secara terpisah demi menjaga keselamatan mereka. Ini adalah bentuk ikhtiar dan pengambilan sebab yang diajarkan dalam Islam, namun tetap dengan keyakinan penuh bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah semata.
Sungguh, Yakub 'alaihissalam adalah seorang nabi yang dianugerahi ilmu yang sangat dalam oleh Allah. Ia mengetahui hakikat bahwa takdir tidak dapat ditolak oleh siasat apa pun, tetapi ia juga paham bahwa mengambil sebab adalah bagian dari sunnatullah yang diperintahkan. Ia menggabungkan antara tawakal yang benar dan ikhtiar yang optimal. Inilah pelajaran berharga bagi kita: seorang mukmin tidak pernah meninggalkan usaha, tetapi ia juga tidak pernah menggantungkan hasil pada usaha semata. Hatinya tetap tertambat kepada Allah, Dzat yang mengatur segala urusan.
Namun, kebanyakan manusia tidak mengetahui hakikat ini. Mereka tidak memahami bahwa di balik setiap peristiwa ada hikmah dan ketentuan Allah yang sempurna. Mereka mengira bahwa sebab-sebab duniawi adalah segalanya, atau sebaliknya, meninggalkan sebab sama sekali dengan alasan tawakal. Padahal keseimbangan antara keduanya adalah ajaran para nabi. Maka beruntunglah orang yang dianugerahi ilmu seperti ilmu Yakub, yang menjadikannya tenang dalam menghadapi takdir, tetap berusaha dengan sungguh-sungguh, dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang memahami hakikat ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
📜 Ayat 66-70 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 68
Surat Yusuf Ayat 68 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka…Surat Ayat 68/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








