Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْتَيْأَسُوا — putus asa / hilang harapan.
- خَلَصُوا نَجِيًّا — menyendiri dari keramaian, lalu berbisik-bisik dan bermusyawarah secara rahasia.
- كَبِيرُهُمْ — yang paling tua di antara mereka (Yahudza).
- مَوْثِقًا — janji yang kuat dan mengikat (perjanjian yang ditegaskan dengan nama Allah).
- فَرَّطْتُمْ — kalian telah lalai / melakukan kekurangan.
- فَلَنْ أَبْرَحَ — aku tidak akan meninggalkan / tidak akan beranjak.
- يَحْكُمَ اللَّهُ لِي — Allah memberi keputusan bagiku.
Tafsir Ayat:
Ketika mereka benar-benar telah kehilangan harapan terhadap jawaban Yusuf yang tidak mau menyerahkan saudara mereka (Bunyamin), mereka pun menarik diri dari keramaian dan berkumpul sendirian untuk berunding secara sembunyi-sembunyi. Di tengah suasana penuh kegelisahan itu, kakak mereka yang paling tua—Yahudza—berbicara dengan penuh kesadaran dan keteguhan iman. Ia mengingatkan mereka: "Tidakkah kalian ingat bahwa ayah kita telah mengambil perjanjian yang sangat kuat dari kalian atas nama Allah, bahwa kalian akan mengembalikan Bunyamin kepadanya, kecuali jika kalian benar-benar tidak mampu? Dan sebelum ini pun kalian telah lalai dan berbuat khianat terhadap Yusuf—kalian telah menyakiti hati ayah kita sekali, dan sekarang kalian hampir mengulanginya lagi."
Kemudian ia mengambil sikap yang tegas dan mulia: "Aku tidak akan meninggalkan bumi Mesir ini, tidak akan beranjak dari sini, sampai ayahku mengizinkanku kembali, atau Allah memberikan keputusan bagiku dengan mengembalikan saudaraku. Dan Allah adalah sebaik-baiknya pemberi keputusan, karena keputusan-Nya selalu diliputi keadilan dan hikmah yang sempurna."
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana ayat ini mengajarkan kita tentang tanggung jawab, kejujuran, dan keteguhan prinsip. Yahudza—kakak mereka—tidak lari dari kenyataan. Ia mengakui kesalahan masa lalu mereka terhadap Yusuf, dan ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Ia lebih memilih tinggal di negeri asing, menahan rindu kepada ayahnya, daripada kembali dengan keadaan yang belum menunaikan amanah.
Inilah akhlak seorang mukmin sejati: ketika berjanji, ia menepati; ketika berbuat salah, ia mengakui dan memperbaiki; dan ketika menghadapi ujian, ia berserah diri kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa dalam setiap kesulitan, kita harus tetap berpegang pada janji dan amanah. Jangan pernah mengorbankan kejujuran demi kemudahan sesaat. Dan ingatlah, Allah adalah sebaik-baiknya hakim. Jika kita bersabar dan bertawakal, Allah pasti akan membukakan jalan keluar yang tidak pernah kita duga.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat khianat dan lalai, serta diberikan keteguhan hati seperti Yahudza yang lebih memilih bertahan dalam kebenaran daripada pulang dengan membawa kegagalan amanah. Aamiin.
📜 Ayat 78-82 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 80
Surat Yusuf Ayat 80 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka…Surat Ayat 80/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 78–82. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








