Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Qurūn (الْقُرُونِ): Bentuk jamak dari *qarn*, yang berarti generasi atau umat-umat pada masa tertentu. Menurut pendapat yang paling kuat, satu *qarn* adalah sekitar seratus tahun.
- Min Ba'di Nūḥ (مِن بَعْدِ نُوحٍ): Yakni setelah zaman Nabi Nuh 'alaihissalam, seperti kaum 'Ad dan Tsamud.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa betapa banyaknya umat-umat terdahulu yang telah Dia binasakan setelah zaman Nabi Nuh 'alaihissalam, karena mereka mendustakan para rasul dan terus-menerus berada dalam kemaksiatan serta kesombongan. Di antara mereka adalah kaum 'Ad yang dipimpin oleh Hud, kaum Tsamud yang dipimpin oleh Shalih, dan umat-umat lainnya yang telah disebutkan kisahnya dalam Al-Qur'an maupun yang tidak disebutkan.
Allah menghancurkan mereka dengan berbagai azab yang pedih sebagai pelajaran bagi umat-umat setelahnya. Ini merupakan peringatan tegas bagi kaum musyrik Quraisy dan seluruh manusia: jika mereka mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam — yang merupakan rasul paling mulia dan membawa risalah paling agung — maka mereka sebenarnya lebih layak untuk mendapatkan azab daripada umat-umat terdahulu. Sebab, mereka telah mendustakan manusia yang paling mulia di sisi Allah, padahal kedudukan mereka tidak lebih tinggi di hadapan Allah dibandingkan umat-umat yang telah dibinasakan itu.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya: "Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa-dosa hamba-hamba-Nya." Ini adalah jaminan yang menenteramkan hati. Allah mengetahui seluruh dosa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya — baik yang lahir maupun yang tersembunyi, yang kecil maupun yang besar — dan Dia Maha Melihat segala perbuatan mereka. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan dan penglihatan-Nya. Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Maka berhati-hatilah, karena tidak ada yang tersembunyi bagi Allah.
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan sunnatullah (hukum Allah) yang berlaku di alam semesta. Allah tidak pernah membiarkan kezaliman dan kemungkaran berlarut-larut tanpa hisab. Setiap umat yang mendustakan kebenaran pasti akan menuai akibatnya. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita agar senantiasa istiqamah di atas kebenaran, menjauhi kemaksiatan, dan bersegera bertaubat sebelum datangnya azab.
Betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu merasa diawasi oleh Allah. Ketika kita menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala sesuatu, maka hati kita akan terjaga dari perbuatan dosa, dan kita akan terdorong untuk beramal saleh dengan ikhlas. Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia ini sementara, dan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan mendapatkan rahmat-Nya di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 15-19 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 17
Surat Al-Isra Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan…Surat Ayat 17/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








