Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- خَلْفٌ (khalaf): generasi atau keturunan yang datang kemudian. Dalam konteks ini, maksudnya adalah generasi yang buruk, berbeda dengan خَلَفٌ (khalaf) yang berarti generasi yang saleh.
- أَضَاعُوا الصَّلَاةَ (adhā'u ash-shalāh): menyia-nyiakan shalat, baik dengan meninggalkannya sama sekali, menunda-nunda dari waktunya, maupun merusak rukun dan syarat-syaratnya.
- الشَّهَوَاتِ (asy-syahawāt): keinginan-keinginan hawa nafsu yang diharamkan, seperti zina, minuman keras, dan berbagai kemaksiatan lainnya.
- غَيًّا (ghayyā): kebinasaan, kesesatan, dan kerugian yang besar. Ada juga yang menafsirkannya sebagai sebuah lembah yang sangat panas di dalam neraka Jahanam, yang mana seluruh lembah-lembah neraka berlindung darinya karena dahsyatnya panas tersebut.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan kisah para nabi dan rasul pilihan-Nya yang senantiasa taat, bersabar, dan istiqamah di atas petunjuk, Allah mengabarkan bahwa setelah mereka datanglah generasi-generasi yang buruk. Mereka adalah para pengikut yang menyimpang, baik dari kalangan Ahli Kitab, Majusi, maupun orang-orang yang mengikuti jejak kesesatan mereka. Generasi ini menyia-nyiakan shalat — mereka tidak menunaikannya sebagaimana mestinya, ada yang meninggalkannya sama sekali, ada yang mengerjakannya di luar waktunya, dan ada pula yang merusak kekhusyukan serta syarat-syarat sahnya. Mereka lebih mengutamakan mengikuti syahwat — segala keinginan hawa nafsu yang diharamkan — daripada memenuhi perintah Allah. Mereka mengejar kenikmatan dunia yang fana dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal.
Akibat dari perbuatan mereka itu, Allah mengancam bahwa mereka akan menemui kebinasaan (ghayyā) — yaitu kehancuran, kesesatan yang mendalam, dan azab yang pedih di dalam neraka Jahanam. Sungguh, mereka akan menuai buah dari kelalaian dan kemaksiatan yang mereka lakukan selama di dunia.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Barangsiapa yang menjaganya, maka ia telah menjaga agamanya; dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka ia akan kehilangan segalanya.
Marilah kita renungkan sejenak: bagaimanakah kualitas shalat kita selama ini? Apakah kita termasuk orang-orang yang menjaga shalat tepat pada waktunya, atau justru sering menunda-nunda dan mengerjakannya dengan tergesa-gesa? Apakah kita hadir dengan hati yang khusyuk, atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban?
Allah tidak memerintahkan shalat kecuali untuk kebaikan kita sendiri. Shalat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Rabb-nya. Di dalamnya terdapat ketenangan hati, ketentraman jiwa, dan kekuatan spiritual yang luar biasa. Rasulullah ﷺ bersabda: "Penyejuk mataku dijadikan di dalam shalat." (HR. An-Nasa'i dan Ahmad)
Jangan biarkan syahwat dan hawa nafsu menguasai diri kita hingga melalaikan kewajiban yang agung ini. Ingatlah bahwa setiap kenikmatan dunia yang kita kejar tanpa keberkahan hanya akan membawa penyesalan. Sebaliknya, orang yang menjaga shalatnya akan merasakan manisnya iman, mendapatkan ketenangan dalam hidup, dan akan berjumpa dengan Rabb-nya dalam keadaan yang diridhai.
Mari kita perbaiki shalat kita, mulai dari sekarang. Jangan menunda-nunda, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga shalat dan menjauhi syahwat yang diharamkan, serta dikumpulkan bersama para nabi dan orang-orang saleh di surga-Nya yang kekal. Aamiin.
📜 Ayat 57-61 — Maryam
Terjemah — Maryam 59
Surat Maryam Ayat 59 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat…Surat Ayat 59/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 57–61. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








