Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تُحَاجُّونَنَا: Kalian berdebat dan berbantah dengan kami untuk mengalahkan dan menjatuhkan hujah kami.
- مُخْلِصُونَ: Orang-orang yang memurnikan ibadah dan ketaatan hanya untuk Allah semata, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Tafsir:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang mengklaim bahwa mereka lebih berhak atas Allah dan agama-Nya daripada kita, dengan alasan kitab mereka lebih dahulu dan agama mereka lebih tua: "Apakah kalian hendak berdebat dengan kami tentang Allah dan agama-Nya? Sungguh ini adalah perdebatan yang sia-sia dan tidak berdasar. Allah adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian, Rabb seluruh alam semesta. Dia tidak khusus bagi satu kaum pun, dan tidak ada keistimewaan bagi siapa pun di sisi-Nya kecuali dengan keimanan dan ketakwaan.
Setiap orang akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya sendiri. Bagi kami amal kami, dan bagi kalian amal kalian. Kami tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kalian, dan kalian pun tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami. Setiap jiwa akan mendapat balasan sesuai dengan apa yang ia kerjakan.
Adapun kami, maka kami adalah orang-orang yang ikhlas beribadah hanya kepada Allah, memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya untuk-Nya. Kami tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, tidak seperti kalian yang menyekutukan Allah dan menyembah selain-Nya. Maka bagaimana mungkin kalian mengklaim lebih berhak atas Allah dan agama-Nya, sementara kalian dalam kesyirikan dan kami dalam keikhlasan?
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah adab yang mulia dalam berdebat dan berdialog. Ketika Ahlul Kitab mencoba menggugat dan mendebat kaum muslimin tentang kebenaran agama, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menjawab dengan jawaban yang tegas namun santun, dengan hujah yang kuat dan argumentasi yang jelas.
Perhatikanlah keindahan ayat ini! Ia tidak menyerang balik dengan kebencian, tetapi menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang disepakati: bahwa Allah adalah Tuhan semua manusia, bahwa setiap orang bertanggung jawab atas amalnya, dan bahwa keikhlasan adalah kunci penerimaan amal di sisi Allah.
Inilah dakwah yang penuh hikmah! Kita diajarkan untuk berdialog dengan cara yang baik, menyampaikan kebenaran dengan hujah yang terang, dan tidak tenggelam dalam perdebatan yang tidak bermanfaat. Ketika kita berpegang pada keikhlasan dan kebenaran, maka tidak ada yang perlu kita takutkan dari hujah siapa pun.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam berdakwah dan berinteraksi: sampaikan kebenaran dengan bijaksana, ikhlaskan niat hanya karena Allah, dan serahkan segala urusan kepada-Nya. Karena sesungguhnya kemenangan itu milik orang-orang yang ikhlas dan berada di atas kebenaran.
📜 Ayat 137-141 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 139
Surat Al-Baqarah Ayat 139 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia…Surat Ayat 139/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 137–141. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








