Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَتَلَقَّى (Fa-talaqqā): Menerima dengan penuh kesadaran, pemahaman, dan kesungguhan hati.
- كَلِمَاتٍ (Kalimāt): Beberapa kalimat atau ungkapan doa yang diilhamkan Allah kepadanya.
- فَتَابَ عَلَيْهِ (Fa-tāba 'alaih): Maka Allah menerima taubatnya dan mengampuni dosanya.
Tafsir Ayat:
Setelah Adam dan Hawa tergelincih memakan buah terlarang dan merasakan penyesalan yang mendalam, Allah Yang Maha Penyayang tidak membiarkan hamba-Nya terpuruk dalam dosa. Allah mengilhamkan kepada Adam beberapa kalimat sebagai bentuk taubat dan istighfar. Kalimat-kalimat itu adalah doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an: *"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi"* (QS. Al-A'raf: 23).
Adam menerima kalimat-kalimat ini dengan penuh ketundukan dan kesadaran, lalu mengucapkannya dengan hati yang tulus dan menyesal. Ia mengakui kesalahannya, tidak mencari-cari alasan, dan berserah diri sepenuhnya kepada rahmat Allah. Maka Allah pun menerima taubatnya, mengampuni dosanya, dan mengangkat derajatnya kembali.
Sungguh, Allah adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Dua sifat ini saling melengkapi: Dia menerima taubat hamba-Nya yang tulus, dan Dia menyayangi mereka dengan mengampuni dosa-dosa mereka serta tidak menghukum mereka atas kesalahan yang telah mereka sesali.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku, kisah ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Lihatlah betapa dekatnya Allah kepada hamba-Nya! Ketika Adam berbuat salah, Allah tidak membiarkannya sendirian dalam kegelapan dosa. Allah justru mengajarinya cara bertaubat dan membukakan pintu ampunan. Ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa menunggu kita kembali kepada-Nya, betapa pun besarnya dosa yang kita lakukan.
Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Setiap kali kita berbuat dosa, pintu taubat selalu terbuka lebar. Yang Allah inginkan dari kita adalah keikhlasan dan ketulusan dalam bertaubat, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Adam. Beliau tidak menyalahkan setan atau keadaan, melainkan mengakui kesalahannya sendiri dan memohon ampunan dengan penuh kerendahan hati.
Marilah kita jadikan doa Nabi Adam ini sebagai senjata kita setiap kali kita berbuat salah. Ucapkanlah dengan penuh keyakinan: *"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."* Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia tidak akan pernah menolak hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang senantiasa bertaubat dan dicintai oleh Allah. Aamiin.
📜 Ayat 35-39 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 37
Surat Al-Baqarah Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima…Surat Ayat 37/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








