Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- أَلَّا تَتَّبِعَنِ (allā tattabi'ani): "Apa yang menghalangimu untuk mengikuti aku?" — maksudnya, apa yang mencegahmu menyusulku.
- أَفَعَصَيْتَ أَمْرِي (afa'ashaita amrī): "Apakah engkau telah mendurhakai perintahku?" — yakni melanggar wasiat dan pesanku.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah ﷻ mengabadikan perkataan Nabi Musa 'alaihissalam kepada saudaranya, Nabi Harun 'alaihissalam, ketika beliau kembali dari perjanjian dengan Tuhannya dan mendapati kaumnya telah tersesat dalam menyembah patung anak sapi.
Nabi Musa berkata kepada Harun: "Wahai saudaraku, apakah gerangan yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka tersesat dari jalan yang benar — engkau tidak mengikutiku dan segera menyusulku untuk mengabarkan perkara ini? Mengapa engkau tinggalkan mereka dan tidak segera menemuiku? Apakah engkau telah mendurhakai perintahku yang telah kuwasiatkan kepadamu, yaitu agar engkau menggantikanku memimpin kaumku, memperbaiki keadaan mereka, dan menjaga mereka dari kesesatan?"
Perkataan ini lahir dari rasa tanggung jawab yang besar seorang pemimpin terhadap umatnya, dan juga dari kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Namun perlu diketahui, Nabi Harun 'alaihissalam sebenarnya telah berusaha semaksimal mungkin — beliau menasihati kaumnya, melarang mereka dari perbuatan syirik itu, bahkan hampir-hampir mereka membunuhnya. Beliau tidak ikut serta dalam kesesatan mereka sedikit pun. Maka pertanyaan Musa ini bukanlah bentuk celaan yang keras, melainkan pertanyaan untuk mengetahui alasan dan keadaan yang sebenarnya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa tingginya semangat para nabi dalam menjaga kemurnian tauhid dan agama Allah. Mereka sangat cemburu terhadap kemuliaan agama, dan sangat bersedih ketika melihat umatnya berpaling dari kebenaran.
Dari sini kita belajar: seorang mukmin sejati tidak akan diam melihat kemungkaran. Ia akan berusaha mencegahnya sesuai kemampuannya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: *"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman."* (HR. Muslim)
Namun di sisi lain, kita juga belajar tentang pentingnya berprasangka baik kepada sesama muslim dan tidak tergesa-gesa menghakimi. Nabi Musa tidak langsung menghukum, tetapi bertanya terlebih dahulu — dan ternyata Nabi Harun memiliki udzur yang sah.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cinta kepada kebenaran, teguh dalam tauhid, dan bijaksana dalam menyikapi setiap perkara. Aamiin.
📜 Ayat 91-95 — Taha
Terjemah — Taha 93
Surat Taha Ayat 93 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja)…Surat Ayat 93/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 91–95. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








