Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- مَا مَنَعَكَ: Apa yang menghalangimu / apa yang mencegahmu.
- ضَلُّوا: Mereka tersesat (dari jalan kebenaran, yakni menyembah patung anak sapi).
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan percakapan antara Nabi Musa 'alaihissalam dengan saudaranya, Nabi Harun 'alaihissalam, setelah Musa kembali dari pertemuan dengan Rabbnya di bukit Thursina. Beliau mendapati kaumnya telah tersesat — mereka menyembah patung anak sapi yang dibuat oleh Samiri.
Dengan perasaan cemas dan penuh tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, Nabi Musa bertanya kepada saudaranya, Nabi Harun: "Wahai Harun, apa sebenarnya yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka tersesat dari jalan kebenaran? Mengapa engkau tidak segera bertindak tegas? Mengapa engkau tidak mengikutiku dan meninggalkan mereka? Tidakkah engkau ingat wasiatku sebelum aku pergi, agar engkau menggantikan posisiku dalam memimpin Bani Israil, memperbaiki keadaan mereka, dan mencegah mereka dari kesesatan?"
Pertanyaan ini lahir dari kecintaan Musa yang mendalam terhadap kaumnya dan rasa tanggung jawabnya yang besar sebagai nabi dan rasul. Beliau tidak rela melihat umatnya terjerumus dalam kesyirikan, dan beliau ingin mengetahui alasan di balik sikap Harun yang tampak tidak bertindak tegas terhadap penyembahan anak sapi tersebut.
Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya sikap saling menasihati dan bertanya dengan baik ketika melihat kekeliruan, serta betapa besarnya tanggung jawab seorang pemimpin terhadap umatnya. Seorang pemimpin yang baik tidak akan tinggal diam melihat anak buahnya tersesat, dan ia akan selalu berusaha meluruskan kembali jalan mereka dengan hikmah dan kebijaksanaan.
Saudaraku, renungkanlah! Betapa indahnya ukhuwah antara Musa dan Harun. Meskipun Musa bertanya dengan nada yang tegas, namun hal itu tidak mengurangi rasa cinta dan hormat Harun kepada kakaknya. Bahkan dalam ayat-ayat berikutnya, Harun menjawab dengan penuh kelembutan dan menjelaskan alasannya dengan jujur. Inilah teladan bagi kita: dalam menegakkan kebenaran, kita tetap harus menjaga adab, kasih sayang, dan persaudaraan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu menjaga agama-Nya, saling menasihati dalam kebenaran, dan tidak pernah lelah mengajak kepada kebaikan. Aamiin.
📜 Ayat 90-94 — Taha
Terjemah — Taha 92
Surat Taha Ayat 92 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu…Surat Ayat 92/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 90–94. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








