Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Lā tarkuḍū: Janganlah kalian lari tergesa-gesa.
- Utriftum: Kalian telah diberikan kenikmatan dan kemewahan hidup yang melimpah.
- Masākinukum: Tempat-tempat tinggal kalian yang megah dan nyaman.
- La'allakum tus'alūn: Mudah-mudahan kalian ditanya (sesuatu) — ini merupakan ejekan dan sindiran.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisahkan bagaimana penduduk negeri yang zalim itu ditimpa azab-Nya. Ketika mereka mencoba melarikan diri dari azab yang datang menimpa, para malaikat menyeru mereka dengan nada ejekan dan penghinaan: "Janganlah kalian lari tergesa-gesa! Kembalilah kepada kemewahan dan kenikmatan dunia yang selama ini kalian banggakan, dan kembalilah ke rumah-rumah megah yang kalian tinggali. Mungkin kalian akan ditanya tentang sesuatu dari urusan dunia kalian."
Seruan ini bukanlah ajakan yang sungguh-sungguh, melainkan bentuk sindiran dan cemoohan kepada mereka. Mereka yang dahulu larut dalam kemewahan, bersenang-senang dengan harta dan kedudukan, serta melupakan akhirat, kini diseru untuk kembali kepada hal-hal duniawi yang justru menjadi sebab kehancuran mereka. Ini adalah teguran pedas agar mereka menyadari betapa sia-sianya kehidupan yang mereka banggakan itu ketika azab Allah datang.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kenikmatan dunia yang melalaikan dari mengingat Allah adalah tipuan belaka. Kemewahan, harta, dan tempat tinggal yang megah tidak akan mampu menolong seseorang dari azab Allah. Yang paling berharga adalah iman dan amal saleh yang akan menjadi bekal di akhirat kelak.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Betapa banyak di antara kita yang terlena dengan gemerlap dunia — harta, jabatan, rumah mewah, dan segala kenikmatan lainnya — hingga lupa bahwa semua itu hanyalah titipan sementara. Allah tidak melarang kita menikmati rezeki-Nya, tetapi Dia mengingatkan agar kita tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama.
Ayat ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua: jangan sampai kita termasuk orang-orang yang baru tersadar ketika azab telah datang. Mari kita jadikan dunia sebagai ladang akhirat, perbanyak ibadah, perbanyak sedekah, dan jaga hubungan baik dengan sesama. Karena sesungguhnya, kenikmatan sejati bukanlah yang bersifat sementara, melainkan kebahagiaan abadi di surga-Nya kelak.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat lalai dan menjadikan kita hamba-hamba yang selalu bersyukur dan taat kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 11-15 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 13
Surat Al-Anbiya Ayat 13 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah…Surat Ayat 13/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








