Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَا آمَنَتْ (maa aamanat): Tidaklah beriman.
- قَرْيَةٍ (qaryah): Penduduk suatu negeri atau kota.
- أَهْلَكْنَاهَا (ahlaknaha): Kami binasakan mereka (penduduknya).
- أَفَهُمْ (a-fahum): Maka apakah mereka (kaum musyrik Quraisy).
Tafsir:
Ayat yang mulia ini berbicara tentang kaum musyrik Quraisy yang meminta-minta mukjizat kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang sama seperti yang pernah diminta oleh umat-umat terdahulu. Mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada kami, atau kami melihat Tuhan kami?" dan berbagai permintaan lainnya yang menunjukkan sikap keras kepala dan keengganan mereka untuk beriman.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa tidak ada satu pun penduduk negeri sebelum mereka yang pernah diberikan mukjizat besar sesuai permintaan mereka, lalu mereka beriman karenanya. Justru sebaliknya, setiap umat yang meminta mukjizat secara membangkang dan tetap mendustakan rasul mereka, maka Allah membinasakan mereka dengan azab yang pedih. Sejarah telah mencatat bagaimana kaum Tsamud yang meminta unta betina sebagai mukjizat, lalu mereka membunuhnya dan akhirnya dibinasakan dengan suara yang mengguntur. Demikian pula kaum-kaum lainnya yang terus-menerus dalam kekafiran setelah datangnya mukjizat.
Lalu Allah berfirman: *"Maka apakah mereka akan beriman?"* Pertanyaan ini mengandung makna sanggahan dan penegasan bahwa mereka tidak akan beriman. Karena keimanan bukanlah sekadar melihat mukjizat, melainkan hidayah dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Kaum Quraisy telah menyaksikan mukjizat terbesar sepanjang masa, yaitu Al-Qur'an yang mulia, namun mereka tetap berpaling dan mendustakannya. Maka bagaimana mungkin mereka akan beriman jika datang mukjizat lain yang mereka minta?
Umat Nabi Muhammad ﷺ adalah umat yang dirahmati oleh Allah. Allah tidak membinasakan mereka secara menyeluruh dengan azab seperti umat-umat terdahulu, sebagai bentuk kasih sayang dan rahmat-Nya kepada umat yang membawa risalah terakhir ini. Oleh karena itu, Allah tidak memberikan kepada mereka mukjizat-mukjizat yang mereka minta secara membangkang, karena hal itu akan menjadi sebab kebinasaan mereka. Ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada umat ini.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bahwa keimanan itu adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada hati yang bersih dan tulus. Bukanlah keimanan itu lahir dari melihat mukjizat yang menakjubkan semata, tetapi dari ketundukan hati kepada kebenaran.
Betapa banyak orang yang menyaksikan mukjizat namun tetap ingkar, dan betapa banyak pula orang yang tidak pernah melihat mukjizat namun hatinya terbuka untuk menerima cahaya iman. Maka marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita hidayah Islam dan iman, tanpa kita meminta bukti-bukti yang memberatkan.
Jadilah hamba yang beriman dengan penuh keyakinan, karena Al-Qur'an itu sendiri adalah mukjizat terbesar yang abadi hingga hari kiamat. Setiap kali kita membacanya, merenungkan maknanya, dan mengamalkannya, maka di situlah kita menyaksikan keagungan mukjizat yang tidak pernah pudar. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas iman dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 4-8 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 6
Surat Al-Anbiya Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah…Surat Ayat 6/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








