Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-kata Penting:
- رِجَالًا (rijālan): laki-laki dari kalangan manusia biasa, bukan malaikat.
- نُوحِي إِلَيْهِمْ (nūḥī ilaihim): Kami wahyukan kepada mereka (para rasul) berupa syariat dan petunjuk.
- أَهْلَ الذِّكْرِ (ahlaż-żikr): ahli ilmu dan pengetahuan, khususnya para ulama Ahli Kitab yang mengetahui isi kitab-kitab suci terdahulu.
Tafsir Lengkap:
Wahai Rasulullah ﷺ, Allah SWT menegaskan bahwa seluruh rasul yang diutus sebelum engkau semuanya adalah laki-laki dari kalangan manusia biasa, bukan malaikat. Mereka adalah manusia pilihan yang diberi wahyu dan risalah untuk disampaikan kepada umatnya masing-masing. Ini adalah sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu — Allah tidak pernah mengutus malaikat sebagai rasul kepada umat manusia, karena manusia lebih mampu menerima petunjuk dari sesama manusia yang dapat mereka lihat, dengar, dan ajak berkomunikasi secara langsung.
Allah SWT kemudian berfirman: *"Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kalian tidak mengetahui."* Ayat ini merupakan hujjah yang sangat kuat bagi orang-orang musyrik Quraisy yang mengingkari kenabian Muhammad ﷺ dengan alasan: *"Mengapa rasul yang diutus ini seorang manusia biasa, bukan malaikat?"* Padahal mereka sendiri mengakui bahwa para nabi terdahulu — seperti Musa, Isa, Ibrahim, dan Nuh 'alaihimussalam — semuanya adalah manusia biasa yang dipilih Allah untuk menerima wahyu. Maka Allah menantang mereka: jika kalian ragu, tanyakanlah kepada para ulama Ahli Kitab yang mengetahui isi Taurat dan Injil. Mereka pasti akan membenarkan bahwa semua rasul yang diutus Allah adalah manusia laki-laki, bukan malaikat.
Ayat ini juga mengandung pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa ilmu itu harus dicari dan ditanyakan kepada ahlinya. Allah SWT memerintahkan orang-orang yang tidak mengetahui untuk bertanya kepada orang-orang yang berilmu. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan ilmu dan ulama dalam Islam. Maka janganlah kita malu untuk bertanya tentang perkara agama yang tidak kita ketahui, dan janganlah kita berbicara tanpa ilmu.
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini juga menjadi bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak membiarkan manusia kebingungan mencari jalan kebenaran, melainkan mengutus para rasul dari kalangan mereka sendiri agar mudah dipahami dan diteladani. Dan ketika kita tidak mengetahui sesuatu, Allah membukakan pintu untuk bertanya kepada ahlinya. Sungguh, Islam adalah agama yang memuliakan ilmu dan menjunjung tinggi adab bertanya. Maka jadilah hamba yang haus akan ilmu, karena dengan ilmu kita mengenal Allah, dengan ilmu kita beribadah dengan benar, dan dengan ilmu kita meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
📜 Ayat 5-9 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 7
Surat Al-Anbiya Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa…Surat Ayat 7/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








