Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ayyub: Nabi Ayyub ‘alaihissalam, seorang hamba Allah yang sangat sabar dan banyak bersyukur.
- Nādā: Menyeru, memanggil, atau berdoa dengan sungguh-sungguh.
- Massaniyaḍ-ḍurr: Telah menyentuhku bahaya dan kesulitan, yaitu penyakit yang berat, hilangnya harta, dan kehilangan anak-anaknya.
- Arḥamur-rāḥimīn: Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah dan sampaikanlah kepada umatmu kisah hamba Kami yang saleh, Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Ketika ia ditimpa cobaan yang sangat berat—penyakit yang berkepanjangan di tubuhnya, kehilangan harta benda, kehilangan anak-anaknya, dan dijauhi oleh banyak orang—ia tidak pernah mengeluh kepada makhluk. Ia tetap teguh dalam kesabaran dan kepasrahan kepada Allah.
Ketika cobaan itu terasa semakin berat dan berlarut-larut, ia pun menyeru kepada Rabbnya dengan doa yang sangat indah dan singkat: *“Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah ditimpa bahaya dan kesulitan, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara semua penyayang.”*
Perhatikanlah! Nabi Ayyub tidak mengeluh dengan panjang lebar, tidak menyebutkan detail penyakitnya, tidak pula mempertanyakan takdir Allah. Ia hanya menyebutkan kondisinya secara ringkas, lalu langsung bersandar kepada rahmat Allah yang tiada batas. Ini adalah adab yang sangat agung dalam berdoa: mengakui kelemahan diri di hadapan Allah, lalu menggantungkan harapan sepenuhnya kepada rahmat-Nya.
Doa ini menunjukkan bahwa meskipun Nabi Ayyub mengadukan kondisinya kepada Allah, ia tetap berada dalam kerangka kesabaran. Mengadu kepada Allah bukanlah tanda tidak sabar, justru itu adalah bentuk penghambaan yang paling tinggi. Sebab, hanya kepada Allah-lah tempat mengadu yang sebaik-baiknya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian mengabulkan doanya, menghilangkan penyakitnya, mengembalikan keluarganya, dan melipatgandakan hartanya sebagai bentuk penghormatan atas kesabarannya. Allah berfirman tentangnya: *“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).”* (QS. Shad: 44)
Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Ayyub ini mengajarkan kita bahwa setiap ujian yang Allah berikan pasti ada hikmah dan jalan keluarnya. Tidak ada kesulitan yang kekal selama kita bersandar kepada Yang Maha Penyayang. Jika seorang nabi pun diuji dengan penyakit dan kehilangan, maka ujian kita yang jauh lebih ringan seharusnya tidak membuat kita putus asa.
Jadikanlah doa Nabi Ayyub ini sebagai senjata kita di saat kesulitan: *“Rabbī annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.”* Ucapkanlah dengan penuh keyakinan bahwa Allah mendengar setiap keluhan hamba-Nya. Sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dari segala masalah yang kita hadapi. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersabar dan terus berdoa kepada-Nya.
Maka, perbanyaklah berdoa, perbanyaklah bersabar, dan yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sebagaimana Allah mengabulkan doa Nabi Ayyub, Dia pun akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang tulus dan berserah diri kepada-Nya.
📜 Ayat 81-85 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 83
Surat Al-Anbiya Ayat 83 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku),…Surat Ayat 83/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 81–85. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








