Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- يَغُوصُونَ (mereka menyelam): masuk ke dalam laut untuk mengeluarkan mutiara dan permata dari dasarnya.
- عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ (pekerjaan selain itu): berbagai pekerjaan berat lainnya seperti membangun bangunan megah, membuat patung, dan sebagainya.
- حَافِظِينَ (menjaga): Allah menjaga mereka agar tidak membangkang atau merusak pekerjaan yang diperintahkan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan sebagian dari nikmat dan karunia-Nya yang agung kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Allah telah menundukkan sebagian dari golongan jin dan setan untuk melayani Nabi Sulaiman dengan berbagai tugas yang sangat berat dan mustahil dilakukan oleh manusia biasa.
Sebagian dari mereka ditugaskan untuk menyelam ke dasar lautan yang dalam, mengeluarkan mutiara-mutiara berharga, permata yang indah, dan berbagai kekayaan laut yang tidak terjangkau oleh kemampuan manusia. Mereka menyelam dengan penuh kepatuhan, tidak berani membangkang sedikit pun.
Selain itu, mereka juga mengerjakan berbagai pekerjaan lain yang sangat sulit dan membutuhkan kekuatan luar biasa, seperti membangun istana-istana megah, membuat bangunan-bangunan tinggi, patung-patung dari marmer, serta berbagai kerajinan dan konstruksi yang menakjubkan. Semua itu mereka lakukan dengan sempurna dan tertib.
Yang lebih menakjubkan lagi, Allah menjaga mereka dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya, sehingga mereka tidak mampu melarikan diri, tidak berani membangkang, dan tidak bisa merusak pekerjaan yang telah diperintahkan. Mereka tetap dalam pengawasan dan kekuasaan Allah yang Maha Perkasa, dan semuanya tunduk kepada kehendak Nabi Sulaiman.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita tentang kebesaran kekuasaan Allah yang mampu menundukkan makhluk-makhluk yang paling kuat dan sulit sekalipun untuk melayani hamba-hamba-Nya yang saleh. Jika Allah menghendaki, maka segala sesuatu menjadi mudah dan tunduk.
Renungkanlah, betapa Allah memuliakan Nabi Sulaiman dengan memberikan kekuasaan yang luar biasa ini. Namun ingatlah, bahwa semua kekuasaan itu hanyalah titipan dan ujian dari Allah. Yang paling utama bukanlah kekuasaan duniawi, melainkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah, betapa pun kecilnya nikmat itu. Dan yakinlah, bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika Dia mampu menundukkan setan-setan yang durhaka untuk patuh kepada seorang nabi, maka Dia juga mampu memberikan pertolongan dan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang selalu bersyukur dan bertawakal kepada-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin.
📜 Ayat 80-84 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 82
Surat Al-Anbiya Ayat 82 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang…Surat Ayat 82/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 80–84. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








