Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- فِرْعَوْنَ (Fir'aun): Gelar bagi raja Mesir pada masa itu, penguasa yang zalim dan mengaku dirinya sebagai tuhan.
- مَلَئِهِ (Mala-ihi): Para pembesar, pemuka, dan pemimpin kaumnya yang menjadi penasihat serta pendukung kekuasaannya.
- اسْتَكْبَرُوا (Istakbaru): Mereka menyombongkan diri dan enggan menerima kebenaran karena merasa tinggi dan mulia.
- عَالِينَ (Aalina): Orang-orang yang melampaui batas, berlaku zalim, dan menindas manusia lain dengan kesombongan dan kekuasaan.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah mengutus Nabi Musa dan saudaranya, Nabi Harun, dengan membawa sembilan mukjizat yang nyata—seperti tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bercahaya, serta berbagai bencana sebagai peringatan—keduanya diarahkan untuk mendatangi Fir'aun dan para pemuka kaumnya. Namun, alih-alih merendahkan diri dan menerima kebenaran, mereka justru menyambut seruan itu dengan kesombongan yang membara. Mereka menolak untuk beriman dan tunduk kepada Allah, karena hati mereka telah dipenuhi oleh rasa angkuh dan merasa diri mereka lebih tinggi serta lebih berkuasa dari siapa pun.
Fir'aun dan para pembesarnya adalah kaum yang telah lama hidup dalam kezaliman. Mereka terbiasa menindas rakyat, memperbudak Bani Israil, dan memandang rendah orang lain. Sifat "عَالِينَ" yang disebut dalam ayat ini menggambarkan sikap mereka yang selalu ingin menguasai, menindas, dan merasa paling unggul. Kesombongan inilah yang menjadi penghalang terbesar bagi mereka untuk menerima hidayah, karena hati yang sombong tidak akan pernah lapang untuk menerima kebenaran, walau pun mukjizat yang sangat jelas telah ditunjukkan di hadapan mata mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin bagi hati kita hari ini. Kesombongan adalah penyakit yang paling berbahaya, karena ia mampu menutup pintu hidayah yang sudah terbuka lebar. Fir'aun dan kaumnya telah melihat mukjizat yang luar biasa, namun karena kesombongan, mereka tetap memilih kekafiran.
Marilah kita jauhi sifat sombong dalam segala bentuknya—sombong dengan harta, pangkat, ilmu, maupun keturunan. Sebab, orang yang sombong tidak akan pernah merasakan manisnya iman. Sebaliknya, rendahkanlah hatimu di hadapan Allah, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu di dunia dan akhirat. Ingatlah, bumi ini akan mewarisi orang-orang yang saleh, bukan mereka yang congkak dan zalim. Semoga Allah melindungi kita dari sifat Fir'aun dan menjadikan kita hamba-Nya yang rendah hati dan taat. Aamiin.
📜 Ayat 44-48 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 46
Surat Al-Mu'minun Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takbur dan…Surat Ayat 46/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








