Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- صَرَّفْنَاهُ (kami bolak-balikkan): Kami jelaskan dan kami ulang-ulang dengan berbagai cara dan bentuk.
- لِيَذَّكَّرُوا (agar mereka mengambil pelajaran): Agar mereka merenung dan mengingat nikmat Allah.
- فَأَبَى (maka enggan/menolak): Maka menolak dan tidak mau menerima.
- كُفُورًا (kekufuran/pengingkaran): Mengingkari nikmat dan kebenaran dengan sangat.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa Dia telah mengatur dan membagi-bagikan hujan di antara hamba-hamba-Nya dengan berbagai cara. Terkadang suatu negeri diberi hujan yang melimpah, sementara negeri lain dilanda kekeringan. Terkadang hujan turun di musim tertentu, dan tidak turun di musim lainnya. Semua ini Allah lakukan dengan hikmah yang sempurna, agar manusia mengingat nikmat Allah, bersyukur kepada-Nya, dan mengambil pelajaran dari kebesaran kekuasaan-Nya.
Namun demikian, kebanyakan manusia justru berpaling dan menolak kebenaran. Mereka tidak mau merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Bahkan ketika hujan turun, sebagian mereka mengaitkannya dengan bintang-bintang atau fenomena alam semata, dengan mengatakan, "Kita diberi hujan karena munculnya bintang ini dan itu," tanpa mengakui bahwa semua itu adalah karunia dan rahmat dari Allah semata.
Ayat ini juga mencakup pengertian yang lebih luas: bahwa Allah telah menjelaskan berbagai dalil dan bukti kebenaran dalam Al-Qur'an dengan berulang-ulang dan dengan berbagai gaya bahasa, agar manusia mau berpikir dan beriman. Namun kebanyakan manusia tetap saja enggan, bahkan semakin keras kepala dalam kekufuran dan pengingkaran mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita! Dia tidak henti-hentinya memberikan nikmat dan bukti kebenaran, agar kita kembali kepada-Nya. Hujan yang turun, rezeki yang datang, kesehatan yang kita rasakan — semua itu adalah panggilan cinta dari Allah agar kita mengingat-Nya.
Namun, sungguh disayangkan, banyak di antara kita yang lalai dan bahkan mengingkari nikmat-nikmat tersebut. Padahal, setiap tetes hujan yang membasahi bumi adalah bukti nyata kekuasaan dan rahmat Allah. Tidakkah kita ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur? Tidakkah kita ingin termasuk golongan yang mengambil pelajaran dari setiap kejadian di sekitar kita?
Marilah kita perbaiki diri kita, jangan sampai kita termasuk orang-orang yang disebut dalam ayat ini — yang lebih banyak memilih kekufuran daripada keimanan. Jadikanlah setiap nikmat yang kita terima sebagai pengingat untuk semakin dekat kepada Allah, semakin taat, dan semakin bersyukur. Karena sesungguhnya, orang yang pandai bersyukur akan ditambah nikmatnya, dan orang yang mengingkari akan kehilangan keberkahan dalam hidupnya.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai merenung, bersyukur, dan tidak termasuk orang-orang yang enggan menerima kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 48-52 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 50
Surat Al-Furqan Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya…Surat Ayat 50/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








