Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Qarun: Seorang yang sangat kaya dari kaum Nabi Musa, ia sombong dan zalim terhadap kaumnya.
- Fir'aun: Raja Mesir yang zalim, mengaku dirinya sebagai tuhan.
- Hamman: Perdana Menteri (menteri utama) Fir'aun yang membantunya dalam kekufuran dan kezaliman.
- Al-Bayyinat: Bukti-bukti dan mukjizat yang jelas dan nyata.
- Fastakbaru: Mereka menyombongkan diri dan enggan menerima kebenaran.
- Sabiqin: Orang-orang yang dapat melarikan diri atau lolos dari azab Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang kehancuran tiga tokoh besar yang menjadi musuh para nabi, yaitu Qarun, Fir'aun, dan Hamman. Qarun dibinasakan dengan cara ditenggelamkan ke dalam bumi beserta rumah dan hartanya karena keangkuhan dan kezalimannya terhadap kaumnya. Adapun Fir'aun dan Hamman dibinasakan dengan cara ditenggelamkan di laut ketika mereka mengejar Nabi Musa dan pengikutnya.
Sungguh, mereka semua telah didatangi oleh Nabi Musa 'alaihissalam dengan membawa bukti-bukti yang sangat jelas dan mukjizat yang nyata, seperti tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bersinar putih, dan berbagai tanda kebesaran Allah lainnya. Namun mereka tetap angkuh dan sombong di muka bumi, enggan menerima kebenaran, dan meremehkan para utusan Allah. Mereka mengira bahwa kekuasaan dan kekayaan mereka akan mampu menyelamatkan mereka dari azab Allah.
Padahal, mereka sama sekali tidak akan mampu lolos dari kekuasaan Allah. Tidak ada satu pun yang dapat melarikan diri dari azab-Nya, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang dapat melemahkan-Nya, baik di langit maupun di bumi.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Kekayaan, kekuasaan, dan jabatan yang tinggi tidak akan mampu menolak azab Allah sedikit pun. Qarun memiliki harta yang melimpah hingga kunci-kunci simpanannya saja sangat berat dipikul, namun hartanya tidak mampu menolongnya dari kebinasaan. Fir'aun memiliki kerajaan yang sangat besar dan mengaku sebagai tuhan, namun ia ditenggelamkan di laut dengan kehinaan. Hamman yang menjadi penasihatnya pun ikut binasa.
Oleh karena itu, janganlah kita tertipu oleh kemewahan dunia dan kekuasaan sesaat. Sesungguhnya kesombongan dan keangkuhan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah dan akan membawa pemiliknya kepada kehancuran. Marilah kita senantiasa merendahkan hati, tunduk kepada kebenaran, dan tidak pernah merasa besar di hadapan Allah. Ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita dan tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
Betapa indahnya jika kita menjadikan kisah-kisah dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri. Kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, baik itu harta, ilmu, maupun kedudukan, dan menggunakannya di jalan kebaikan, bukan untuk menyombongkan diri. Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan angkuh, serta menjadikan kita hamba-hamba yang rendah hati dan taat kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 37-41 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 39
Surat Al-'Ankabut Ayat 39 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang…Surat Ayat 39/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 37–41. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








