Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Jāhada (جَاهَدَ): Bersungguh-sungguh dan mencurahkan segala kemampuan, baik dalam peperangan di jalan Allah maupun dalam melawan hawa nafsu.
- Li nafsihi (لِنَفْسِهِ): Untuk dirinya sendiri, yakni manfaat dan balasannya kembali kepada orang yang berjihad tersebut.
- Ghaniyyun (غَنِيٌّ): Maha Kaya, tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah yang merindukan kemuliaan! Renungkanlah firman Allah ini: *"Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri."*
Jihad di sini mencakup dua bentuk utama: pertama, jihad fisabilillah—berperang dan berkorban harta serta jiwa untuk meninggikan kalimat Allah dan membela agama-Nya; kedua, jihad melawan hawa nafsu—memaksa diri untuk taat kepada Allah, menjauhi larangan-Nya, bersabar di atas kepayahan ibadah, dan menahan diri dari godaan maksiat. Kedua bentuk jihad ini, betapapun beratnya, hakikatnya adalah untuk kebaikan orang itu sendiri. Setiap tetes keringat, setiap langkah perjuangan, setiap kesabaran yang dipupuk—semuanya akan kembali menjadi pahala dan kemuliaan bagi dirinya di sisi Allah.
Allah lalu menegaskan: *"Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya dari seluruh alam."* Allah tidak membutuhkan ibadah, jihad, atau ketaatan kita sedikit pun. Kekayaan dan kekuasaan-Nya sempurna tanpa kita. Jika seluruh manusia beriman, itu tidak menambah keagungan-Nya; dan jika seluruhnya kufur, itu tidak mengurangi kekuasaan-Nya sedikit pun. Justru kitalah yang sangat membutuhkan rahmat, ampunan, dan pahala-Nya.
Maka betapa indahnya ajaran ini! Allah mengajak kita berjuang, bukan karena Dia butuh, melainkan karena Dia ingin memberi. Setiap amal yang kita lakukan adalah investasi untuk kebahagiaan kita sendiri. Sungguh, tidak ada kerugian bagi orang yang berjihad melawan hawa nafsunya dan berkorban di jalan Rabb-nya. Sebaliknya, ia sedang membuka pintu-pintu kebaikan dan keberkahan bagi dirinya sendiri.
Saudaraku, mari kita renungkan: setiap kali kita bersabar menahan amarah, setiap kali kita berani meninggalkan maksiat, setiap kali kita bersungguh-sungguh dalam ketaatan—ketahuilah bahwa Allah sedang memberi kita kesempatan emas untuk memuliakan diri kita sendiri di sisi-Nya. Jangan pernah merasa lelah berjihad, karena kemenangan sejati bukanlah menaklukkan musuh di medan perang saja, tetapi juga menaklukkan hawa nafsu yang bersarang di dada. Dan ingatlah, Allah Maha Kaya lagi Maha Pemurah—Dia tidak akan menyia-nyiakan amal hamba-Nya yang ikhlas.
📜 Ayat 4-8 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 6
Surat Ayat 6/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








