Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Hunālika: Artinya "di saat itu" atau "ketika itu", merujuk pada momen ketika Zakaria menyaksikan kemuliaan yang Allah berikan kepada Maryam.
- Min ladunka: Artinya "dari sisi-Mu" atau "dari hadirat-Mu", menunjukkan permohonan yang bersumber dari karunia Allah semata, bukan dari usaha manusia.
- Żurriyyah: Keturunan atau anak. Dalam konteks ini bisa bermakna anak tunggal atau keturunan secara umum.
- Ṭayyibah: Baik, suci, diberkahi, dan saleh.
Tafsir:
Di saat itulah, ketika Nabi Zakaria 'alaihissalam menyaksikan sendiri bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan rezeki kepada Maryam dengan cara yang luar biasa—buah-buahan musim dingin datang di musim panas dan buah-buahan musim panas datang di musim dingin, serta kehadiran malaikat yang berbicara kepadanya—hatinya dipenuhi harapan dan keyakinan yang mendalam akan kekuasaan Allah.
Nabi Zakaria adalah seorang yang telah lanjut usia, rambutnya telah memutih, tulangnya telah rapuh, dan istrinya pun mandul. Secara logika manusia, mustahil baginya untuk memiliki anak. Namun ketika ia melihat bagaimana Allah memberikan rezeki kepada Maryam di mihrabnya tanpa sebab yang wajar, ia pun tersadar bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika Allah mampu memberikan rezeki tanpa sebab, maka Allah pun mampu memberikan keturunan meskipun usianya telah senja dan istrinya mandul.
Maka dengan penuh harap dan kerendahan hati, ia berdoa: *"Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik."* Ia tidak meminta anak yang banyak, tetapi ia meminta keturunan yang baik—yakni anak yang saleh, berbakti, membawa berkah, dan menjadi pewaris kebaikan. Ia meminta "dari sisi-Mu" karena ia tahu bahwa segala kebaikan hanya datang dari Allah, bukan dari kemampuan dirinya.
Ia menutup doanya dengan ungkapan *"Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa"*—sebuah pengakuan bahwa Allah mendengar setiap bisikan hamba-Nya, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia pasti mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat indah. Ketika hati kita terasa sempit, ketika harapan terasa mustahil, dan ketika jalan terasa buntu—lihatlah kekuasaan Allah di sekeliling kita. Sebagaimana Zakaria melihat karunia Allah kepada Maryam lalu hatinya dipenuhi harapan, maka kita pun hendaknya senantiasa memandang kebesaran Allah agar harapan kita kepada-Nya tidak pernah padam.
Jangan pernah berhenti berdoa, meskipun keadaan tampak mustahil. Allah yang mampu memberikan rezeki tanpa sebab, mampu pula mengabulkan doa-doa kita yang paling dalam. Doa adalah senjata orang beriman, dan Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya yang tulus. Maka perbanyaklah berdoa, perindahlah permintaanmu, dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang berserah diri.
📜 Ayat 36-40 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 38
Surat Ali Imran Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku,…Surat Ayat 38/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








