Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Kemudian (tsumma): menunjukkan urutan dan tingkatan.
- Mematikan (yumītukum): mencabut nyawa setelah selesainya usia.
- Menghidupkan (yuḥyīkum): membangkitkan kembali dari kubur untuk perhitungan dan pembalasan.
- Sekutu-sekutu (syurakā'ukum): berhala-berhala dan sesembahan selain Allah yang mereka persekutukan.
- Maha Suci (subḥānahu): bersih dari segala kekurangan dan sekutu.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah! Allah-lah satu-satunya yang menciptakan kalian dari tiada, kemudian memberikan rezeki kepada kalian di bumi ini — baik berupa makanan, minuman, kesehatan, dan segala nikmat yang kalian rasakan setiap saat. Setelah itu, Dia akan mematikan kalian ketika ajal tiba, lalu menghidupkan kalian kembali dari kubur untuk dihisab dan dibalas atas segala amal perbuatan.
Kini, Allah menantang dengan pertanyaan yang menusuk hati nurani: "Adakah di antara sekutu-sekutu kalian — berhala-berhala, patung-patung, atau sesembahan lain yang kalian sembah selain Allah — yang mampu melakukan sedikit saja dari perkara-perkara agung ini?" Tentu saja tidak! Mereka semua tidak mampu mencipta, tidak mampu memberi rezeki, tidak mampu mematikan, apalagi menghidupkan. Bahkan mereka sendiri adalah makhluk yang lemah dan butuh kepada Allah.
Maka Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari segala apa yang mereka persekutukan. Sungguh, betapa bodoh dan zalimnya orang-orang yang menyembah selain Allah, padahal mereka menyaksikan sendiri bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak atas hidup dan mati mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan perjalanan hidup yang singkat ini: dari tiada menjadi ada, dari lemah menjadi kuat, lalu kembali lemah dan mati, kemudian dibangkitkan untuk kehidupan yang kekal. Jika kita benar-benar merenungkan hal ini, hati kita akan dipenuhi rasa syukur dan ketundukan hanya kepada Allah semata.
Saudaraku, bukankah sangat aneh jika seseorang yang setiap hari makan dari rezeki Allah, bernafas dengan udara ciptaan Allah, dan hidup di bumi bentangan Allah — tetapi di saat yang sama ia menyembah batu, pohon, atau makhluk lain yang tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat? Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat iman kita, bahwa hanya Allah yang layak disembah, hanya kepada-Nya kita memohon, dan hanya kepada-Nya kita kembali. Sungguh, mengenal Allah melalui nikmat-nikmat-Nya adalah jalan terindah menuju kecintaan kepada-Nya.
📜 Ayat 38-42 — Ar-Rum
Terjemah — Ar-Rum 40
Surat Ar-Rum Ayat 40 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian…Surat Ayat 40/60 — Ar-Rum الروم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rum Dengarkan, Ar-Rum Terjemah, Ar-Rum mp3, Ar-Rum pdf. Ayat 38–42. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








