Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Hikmah: Pemahaman yang mendalam dalam agama, kecerdasan akal, dan ketepatan dalam perkataan maupun perbuatan.
- Asykur: Bersyukur, yaitu menggunakan nikmat Allah sesuai dengan yang Dia ridhai.
- Kafara: Mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukuri-Nya.
- Ghaniyy: Maha Kaya, tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya.
- Hamid: Maha Terpuji, yang memiliki segala pujian dan sanjungan.
Tafsir Ayat:
Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menganugerahkan kepada seorang hamba-Nya yang saleh bernama Luqman sebuah karunia yang sangat agung, yaitu *al-hikmah*. Karunia ini mencakup pemahaman yang mendalam tentang agama, kecerdasan akal yang lurus, ketepatan dalam mengambil keputusan, dan kebijaksanaan dalam berbicara. Luqman bukanlah seorang nabi, melainkan seorang hamba yang saleh yang dianugerahi ilmu dan pemahaman yang benar.
Allah berfirman kepadanya, "Wahai Luqman, bersyukurlah kepada Allah atas segala nikmat yang telah Dia limpahkan kepadamu berupa hikmah dan petunjuk ini." Ini adalah perintah yang penuh kasih sayang dari Allah kepada hamba-Nya yang saleh.
Kemudian Allah menjelaskan hakikat syukur itu sendiri: "Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya manfaat syukur itu kembali kepada dirinya sendiri." Karena Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan syukur hamba-Nya. Orang yang bersyukur akan mendapatkan pahala yang berlimpah, ketenangan hati, dan bertambahnya nikmat. Syukur adalah kunci kebahagiaan dan pintu keberkahan.
Adapun orang yang mengingkari nikmat Allah dan kufur kepada-Nya, maka kerugian itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Allah tidak akan dirugikan sedikit pun oleh kekufuran hamba-Nya. Sebab Allah adalah *Al-Ghaniyy* (Maha Kaya) yang tidak membutuhkan ketaatan makhluk-Nya, dan *Al-Hamid* (Maha Terpuji) yang selalu dipuji dan disanjung dalam segala keadaan, baik oleh penduduk langit maupun bumi.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Syukur bukanlah kebutuhan Allah, melainkan kebutuhan kita sendiri. Ketika kita bersyukur, hati kita menjadi tenang, rezeki kita bertambah, dan kita semakin dekat dengan Sang Pencipta. Allah tidak membutuhkan syukur kita, tetapi kita yang sangat membutuhkan keberkahan dari syukur itu.
Mari kita biasakan lisan kita untuk mengucapkan *Alhamdulillah* dalam setiap keadaan, dan biasakan hati kita untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Karena sesungguhnya, orang yang paling bahagia bukanlah yang paling banyak hartanya, melainkan yang paling banyak bersyukur atas apa yang telah dimilikinya. Subhanallah, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu dekat dengan Allah melalui pintu syukur!
📜 Ayat 10-14 — Luqman
Terjemah — Luqman 12
Surat Luqman Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah…Surat Ayat 12/34 — Luqman لقمان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Luqman Dengarkan, Luqman Terjemah, Luqman mp3, Luqman pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








