Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مِعْشَارَ (mi' syāra): sepersepuluh atau sepersepuluh bagian dari sesuatu.
- نَكِيرِ (nakīr): pengingkaran-Ku, yaitu kemurkaan dan azab yang Aku timpakan sebagai bentuk pengingkaran terhadap perbuatan mereka.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sungguh umat-umat sebelum kaummu juga telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka, seperti kaum 'Ad, Tsamud, kaum Luth, dan umat-umat lainnya. Mereka mendustakan rasul-rasul Allah dengan penuh kesombongan dan keangkuhan.
Padahal, kaum musyrikin Mekah yang mendustakanmu itu tidaklah mencapai sepersepuluh dari kekuatan, kekayaan, kemakmuran, umur panjang, dan kenikmatan duniawi yang telah Kami berikan kepada umat-umat terdahulu. Mereka jauh lebih lemah, lebih sedikit jumlahnya, dan lebih terbatas kekayaannya dibandingkan umat-umat sebelum mereka. Namun meskipun demikian, umat-umat yang kuat dan perkasa itu tetap saja mendustakan rasul-rasul Kami, maka Kami timpakan kepada mereka azab yang sangat pedih sebagai bentuk pengingkaran Kami terhadap perbuatan mereka.
Maka perhatikanlah, wahai Rasulullah, bagaimana akibat dari pengingkaran dan azab yang Kami jatuhkan kepada mereka. Semuanya binasa dan hancur lebur, tidak ada satu pun yang dapat menyelamatkan mereka dari murka Allah, meskipun mereka memiliki kekuatan dan kekayaan yang berlimpah.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku sekalian, ayat ini mengandung peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan bahwa kekuatan, harta, dan kehebatan duniawi sama sekali tidak dapat menolak azab Allah apabila seseorang mendustakan kebenaran. Umat-umat terdahulu jauh lebih kuat dan lebih kaya daripada kaum musyrikin Mekah, namun semua itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka ketika azab Allah datang.
Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: jangan pernah tertipu oleh kemewahan dunia, kekuatan fisik, atau banyaknya harta. Sesungguhnya yang paling berharga di sisi Allah adalah keimanan dan ketakwaan. Ketika kita bersyukur atas nikmat Allah dengan menggunakan segala potensi yang kita miliki untuk taat kepada-Nya, maka Allah akan menjaga dan melindungi kita. Sebaliknya, ketika nikmat itu digunakan untuk bermaksiat dan mendustakan kebenaran, maka azab Allah bisa datang kapan saja tanpa bisa dihindari.
Marilah kita jadikan kisah umat-umat terdahulu sebagai pelajaran berharga. Jangan sampai kita termasuk golongan yang mendustakan kebenaran, padahal Allah telah memberikan kita akal, kesehatan, dan berbagai kenikmatan lainnya. Gunakanlah semua itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah, dan menyebarkan kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala perbuatan kita, dan Dia tidak akan pernah lengah terhadap orang-orang yang zalim.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan istiqamah di atas kebenaran, serta menjauhkan kita dari azab-Nya yang pedih. Aamiin.
📜 Ayat 43-47 — Saba
Terjemah — Saba 45
Surat Saba Ayat 45 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir…Surat Ayat 45/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 43–47. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








