Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- رِجَالًا = orang-orang lelaki
- نَعُدُّهُم = kami menghitung/menganggap mereka
- مِنَ الْأَشْرَارِ = termasuk orang-orang yang jahat/sesat
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan kepada kita tentang percakapan yang terjadi di dalam neraka. Orang-orang yang sombong dan durhaka—para pemimpin kesesatan yang dahulu di dunia merasa paling hebat dan mulia—berkata dengan penuh keheranan dan penyesalan: "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu di dunia kami anggap sebagai orang-orang yang hina, jahat, dan sesat?"
Yang mereka maksud adalah orang-orang beriman yang miskin dan lemah, seperti Bilal, Ammar, Shuhaib, dan Salman radhiyallahu 'anhum. Dahulu di dunia, orang-orang kafir yang sombong itu menghina dan merendahkan para sahabat Nabi yang fakir dan miskin. Mereka menganggap bahwa keimanan orang-orang tersebut adalah kebodohan, dan mereka yakin bahwa orang-orang beriman itulah yang akan masuk neraka.
Namun betapa terkejutnya mereka ketika berada di neraka, mereka tidak mendapati orang-orang beriman itu bersama mereka. Mereka justru melihat orang-orang beriman itu berada di surga yang penuh kenikmatan. Maka mereka pun berkata dengan penuh penyesalan: "Apakah kami dahulu salah dalam menilai mereka? Apakah mereka sebenarnya tidak masuk neraka? Atau apakah mereka ada di neraka tetapi mata kami tidak dapat melihat mereka?"
Ini adalah salah satu bentuk siksaan batin yang Allah berikan kepada penghuni neraka—penyesalan yang tiada berguna, kesedihan yang tiada berkesudahan. Mereka menyadari bahwa mereka telah tertipu oleh kemewahan dunia dan kesombongan mereka sendiri.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Janganlah kita tertipu oleh kemewahan dunia dan janganlah kita merendahkan orang-orang yang terlihat lemah dan miskin di mata kita. Boleh jadi orang yang kita anggap hina di dunia ini adalah orang yang paling mulia di sisi Allah. Sebaliknya, boleh jadi kita yang merasa hebat dan mulia justru menjadi penghuni neraka yang hina.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Sungguh, orang yang kusut, kumal, dan terhalau dari pintu-pintu (orang-orang besar), jika ia bersumpah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan sumpahnya." (HR. Muslim)
Maka perbaikilah hatimu, janganlah sombong dengan harta, pangkat, atau ketampananmu. Sesungguhnya kemuliaan di sisi Allah hanyalah dengan ketakwaan. Dan ingatlah, bahwa orang-orang yang kamu hinakan karena kemiskinannya boleh jadi kelak menjadi tetanggamu di surga, sementara kamu sendiri justru menjadi penghuni neraka yang menyesal tiada henti. Semoga Allah melindungi kita semua dari kesombongan dan menanamkan dalam hati kita kerendahan hati serta kecintaan kepada orang-orang beriman. Aamiin.
📜 Ayat 60-64 — Sad
Terjemah — Sad 62
Surat Sad Ayat 62 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (orang-orang durhaka) berkata: "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang…Surat Ayat 62/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








